Mengenal Token Kripto Berjamin Aset dalam FIkih Islam

Muhammad Syamsudin - Peneliti Bidang Ekonomi Syariah - Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur | Dokumen: Istimewa
Muhammad Syamsudin - Peneliti Bidang Ekonomi Syariah - Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur | Dokumen: Istimewa
Silahkan Share ke :

Cryptocurrency berjamin aset ini seringkali diistilahkan sebagai crypto token. Keberadaannya berbeda dengan cryptocurrency jenis coin, seperti Bitcoin, yang dicetak dengan niatan sebagai Medium of Exchange (alat tukar) atau Saving of Value (penyimpan nilai). Crypto token ini memiliki aset landasan yang sifatnya bisa ditukar menjadi mata uang, alias bisa dijualbelikan atau diniagakan.

Dengan mencermati akan hal ini, maka secara teoritis token kripto adalah masuk kategori sebagai syaiin maushuf fi al-dzimmah. Aset yang dituju sebenarnya adalah aset yang ada di balik kriptografinya.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Nalar Fikih Token dan Macam Token Kripto

Secara fikih, aset yang sah bisa dijadikan sebagai jaminan suatu efek (syaiin), ada 3 macam, yaitu: (a) aset yang terdiri dari ain (fisik), (b) aset yang terdiri dain (utang) dan (c) aset yang terdiri dari fi’lin (pekerjaan, utilitas/manfaat dan hak termasuk dalam hal ini adalah karya cipta seni, musik, lukisan atau sertifikat).

Berita Menarik Lainnya:  Benarkah Buat Meme dan Poster Ucapan Selamat Tahun Baru Islam Bid'ah?

Oleh karena itu, maka token kripto pada dasarnya juga bisa dikelompokkan sebagai 5 model jenis, yaitu token kripto berjamin fisik barang, token berjamin utang, token berjamin pekerjaan, token berjamin jasa dan token berjamin hak karya (haqqun ibtikary) atau hak merusakkan sesuatu / konsesi (haqqun istihlaky).

Kelima jenis token ini selanjutnya dalam wilayah praktis di lapangan dibedakan sebagai 4 macam, yaitu token berjamin aset, token berjamin pembayaran, token berjamin utilitas dan token hibrid.

Yang penting untuk dicatat adalah bahwa semua jenis token berjamin di atas, meniscayakan kewajiban untuk biasanya aset yang dijaminkan itu berpotensi untuk diserahterimakan secara fisik oleh pihak yang memiliki karena kedudukannya hanya bisa berlaku sebagai komoditas.

Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa aset yang dijaminkan tersebut wajib ada fisiknya atau merupakan harta manfaat. Ketiadaan fisik atau ashlun tsabit menjadikan tidak sahnya aset yang dijadikan landasan.

Berita Menarik Lainnya:  Dominasi Dana Tabarru’ dalam Asuransi yang mirip Arisan Berantai

Masterplan Token Kripto Berjamin Aset menurut Fikih

Token berjamin aset ini pada dasarnya adalah meniru gaya saham. Namun, fisik efek saham ini berupa sandi kriptografi yang diproduksi oleh platform blockchain tertentu. Biasanya yang digunakan adalah dari Tether atau Etherium. Sementara aset yang dijaminkan, ditumpangkan ke dalam sistem tersebut, dan dienskripsi, sehingga hanya orang yang memiliki kuncinya saja yang bisa menikmatinya.

Beberapa pihak ada yang menggunakannya untuk menyimpan file musik, seni, dan tourism, dan sejenisnya, bahkan mata uang dolar, di antaranya adalah Tether yang menerbitkan USDT dan USDC. Khusus untuk USDT dan USDC ini memiliki ciri khas sebagai alat tukar yang stabil, sehingga sering ditengarai sebagai stable coin. Adapun sisanya, bersifat unstable coin disebabkan harganya yang cenderung fluktuatif.

Berita Menarik Lainnya:  Bolehkah melakukan Trading dengan menggunakan Robot Autotrade Gold ?

Tempat mendapatkan Token Kripto Berjamin Aset
Token crypto berjamin aset, bisa didapatkan dengan jalan masuk ke pasar bursa kripto, seperti coingecko atau cryptomarketcap. Kemudian mengajukan diri untuk membelinya dengan mengklik coin yang dikehendaki.

Fungsi Token Kripto berjamin Aset
Dalam praktiknya, USDT seringkali digunakan untuk wasilah alat tukar guna membeli material cryptocurrency lainnya. Misalnya, untuk ikut dalam pooling crypto, yaitu menambang secara berjamaah suatu aset crypto, maka biaya sewa alat tambangnya dibayar dengan menggunakan USDT.

Indodax nampaknya adalah salah satu platform penjualan cryptocurrency dengan instrumen pembayarannya menggunakan USDT. USDT dipilih sebab nilainya yang stabil, yakni 1 USDT senantiasa setara dengan 1 USD. Beberapa informasi juga menyebutkan bahwa Tokocrypto juga menggunakan instrumen pembayaran yang sama, yaitu menggunakan USDT.

Selanjutnya hal yang menarik untuk kita kupas adalah mengenai hukum meniagakan token kripto tersebut baik selaku mata uang maupun selaku komoditas. Wallahu a’lam bi-shawab.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280