Agar Masyarakat Tak Bingung Soal Shalat Tarawih dan Idul Fitri, KH Miftachul Akhyar Meminta Begini Kepada Pemerintah

Surabaya, Beritabangsa.com – Soal SE Menteri Agama tentang beribadah selama Ramadhan dan Shalat Id ditengah Covid-19, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, meminta pemerintah menegaskan peta zona Covid secara rinci sebagai acuan SE tersebut. Di zona merah itulah SE bisa diterapkan secara ketat.

Pemetaan zona persebaran Covid-19 jika perlu diperkecil sampai ke tingkat desa dan tingkat kampung. Mana yang zona hijau, zona kuning, dan zona merah. Ini yang bisa (memetakan zona) hanya pemerintah, biar rakyat tidak semakin bingung,” kata Kiai Miftachul Akhyar usai istighasah kubra online di kantor NU Jawa Timur di Surabaya. Rabu (8/4/2020).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  PCNU Surabaya Ajak Masyarakat Ikuti Majelis Virtual Rotibul Haddad Bersama Kiai Azaim lbrahimy
banner 1920x1080

Pengasuh Pesantren Miftahus Sunnah Kedung Tarukan itu mengatakan pada prinsipnya sepakat dengan SE Menag tersebut. Mengutip sabda Nabi Muhammad SAW soal wabah, di dalam Islam juga diajarkan tentang keharusan melakukan pembatasan wilayah dan menjaga jarak sosial.

Ketika wabah penyakit terjadi di satu wilayah, menjaga jarak dan pembatasan sosial itu sebuah keharusan. Oleh Karena itu, pemetaan zona menjadi penting untuk mengukur ada tidaknya kondisi darurat,” terang Rais Aam PBNU.

Pemetaan zona menjadi dasar apakah di satu kawasan, secara luas hingga ke titik terkecil di desa, sudah masuk kategori darurat atau tidak. Nah, darurat inilah yang dijadikan ‘illat tata cara peribadatan dalam perspektif hukum Islam.

Berita Menarik Lainnya:  Kandidat Ketum PBNU Gus Yahya Hadiri Pertemuan PCNU se-Jatim di PWNU

Kalau keadaan belum membaik kan jelas. Dalam edaran itu ada kata-kata dalam kondisi tidak memungkinkan, kalau itu alasannya, kita terima, tapi jangan digeneralisir,” jelasnya.

Kemudian Kiai Miftachul Akhyar mencontohkan di Kota Surabaya, masih ada di kelurahan dan kampung tertentu yang masih zona hijau dan karenanya masih melaksanakan Shalat Jumat di masjid, dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19, seperti menyediakan hand sanitizer, masker, dan lainnya.

Di kota Surabaya ada kecamatan yang masih (zona) hijau dan shalat Jumat masih dilakukan,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Teka Teki Iuran BPJS Kelas III, Ini Kata Handaryo

Soal pelaksanaan Shalat Idul Fitri, Ia berpendapat menganjurkan lebih baik tidak dilaksanakan saat pandemi Covid-19 masih mendera. Sebab, kata dia, pergerakan orang di saat itu lebih dinamis dan masif dibandingkan saat Ramadan. Selain itu, hukumnya juga sunnah.

Kalau demi kesehatan dan kondisi mengkhawatirkan ya tidak masalah kalau tidak dilaksanakan,” ucapnya.

Namun yang paling penting, lanjut mantan Rais Syuriah NU Jatim itu, wabah Covid-19 jangan sampai menimbulkan mati surinya syiar Islam secara keseluruhan. Tentu saja koordinasi dengan instansi terkait harus dilakukan jika ritual ibadah di kawasan zona hijau tetap dilaksanakan.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *