Warga Taal Adukan Kades ke Kejaksaan, Ada Apa??

Silahkan Share ke :

Bondowoso, Beritabangsa.com – Beberapa warga Desa Taal Kecamatan Tapen, mendatangi Kejaksaan Negeri Bondowoso mengadukan kades Taal yang diduga menyewakan tanah kas desa tanpa prosedur.

Dimana seharusnya proses penyewaan tanah tersebut, harus sepengatahuan BPD (Badan Permusyarahan Desa). Namun prosedur tersebut tak dilalui.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Pengprov ISSI Jatim Ucapkan Selamat Kepada Ketum PB ISSI Kapolri Listyo Sigit Prabowo
banner 1920x1080

Sejumlah perwakilan warga tersebut, juga membawa surat pernyataan BPD Taal. Seharusnya proses penyewaan tanah tersebut, harus sepengatahuan BPD (Badan Permusyarahan Desa). Namun prosedur tersebut tak dilalui.

Dimana isi dari surat pernyataan tersebut, bahwa mereka tak pernah menandatangani surat terkait status tanah kas desa. Surat itu, ditandatangani ketua dan anggota BPD, jumlah total tujuh orang.

Salah seorang tokoh masyarakat yang ikut serta mengadukan, Haryono mengatakan, berdasarkan laporan warga, tanah kas desa disewakan secara ilegal. Seharusnya tiga tahun, diperpanjang menjadi lima tahun.

Berita Menarik Lainnya:  AMPHURI Jatim Catat 3.400 Calon Jemaah Gagal Berangkat Haji

“Selain itu, tanah kas desa tersebut disewakan tanpa pengetahuan BPD dan masyarakat. Dalam akad sewanya BPD harus tanda tangan. Ternyata tidak,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2020).

Luasan lahan yang disewakan kata Haryono, sekitar 10 hektar. Lahan tersebut disewakan ke pengusaha tebu. Namun hal itu tidak dibicarakan di musyawarah desa (Musdes).

Dia juga menyayangkan tanah kas desa itu disewakan. Padahal jika dikelola sendiri bisa menghasilkan Rp 500 juta per tahun. Sementara jika disewakan hanya Rp 60 juta per panen.

Berita Menarik Lainnya:  Polresta Gandeng LIRA Percepat Target Vaksinasi Lansia 60 Persen

“Sudah ada upaya komunikasi dengan Kades. Tidak ada jalan keluar, karena Kades tak mau menemui. Kami juga dengan BPD, tapi Kades tak mau menemui,” paparnya.

Sementara Kepala Desa Taal, Welly Verianto tak mau menjawab saat ditelpon. Bahkan dia enggan memberikan penjelasan terkait tanah kas desa tersebut saat dikonfirmasi via WhatsApp. “Sdh d mz gk ush mnt tlong mtk jn rammi (Sudah dah mas, tidak usah, Minta tolong. Biar tidak tambah ramai),” katanya melalui pesan singkat.

Reporter : Muslim

banner 600x310