Tak Mampu Layani Hasrat Istri, Suami Asal Pamekasan Nekat Jual Istri Sirri

Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Surabaya – Perlakuan tak patut ditiru dan tak patut dicontoh, bagaimana tidak, seorang suami nekat menjual istri sirrinya kepada pria hidung belang di Sosial media Twitter. Perbuatan bejat tersebut lantaran sang suami diketahui tak mampu layani hasrat sang istri.

Bahkan suami tersebut mempromosikan istrinya dengan foto telanjang untuk menggaet tamunya.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Dugaan Pungli Panwascam Surabaya Masuk Ranah Pidana, Aan : Polisi Harus Turun Tangan
banner 1920x1080

Pelaku (suami) diketahui bernama Taufik (43) tahun, asal warga Pamekasan Madura Jawa Timur, dan istri sirihnya berinisial ST (38) tahun.

“Kejadian berawal mula, pelaku komunikasi melalui direct message Twitter dan dilanjutkan lewat via Whatsapp, dan janjian untuk ketemuan menentukan jadwal maupun lokasi dan tarifnya,” kata Kanit PPA Polrestabes Surabaya Iptu Fauzy Pratama, Rabu (28/10/2020)

Berita Menarik Lainnya:  Wajah Baru Mapolsek Gunung Anyar

Lanjut Iptu Fauzy, pelaku tersebut mematok harga Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) pada pria hidung belang dengan layanan satu kali kencan.

“Uang muka di transfer sebesar 200.000,- (Dua ratus ribu rupiah) nanti sisanya dibayar di tempat,” imbuh Iptu Fauzy.

Tak hanya itu, pelaku mempromosikan istri sirrinya dengan layanan threesome di dalam kamar Hotel.

“Kalau tempatnya tergantung tamu yang minta, ya tempat Hotelnya selalu berubah karena menyesuaikan dengan permintaan tamu,” tutur Iptu Fauzy Pratama.

Berita Menarik Lainnya:  3 Anggota Polsek Sukomanunggal Positif Narkoba, 5 Tunggu Hasil Test

Pelaku saat diintograsi polisi, mengakui semuanya, bahkan pelaku kerap menjajakan istri sirrinya kepada pria hidung belang.

“Soal ditanya kenapa melakukan perbuatan seperti itu, dan ia mengaku masalah ekonomi dan untuk memuaskan nafsu istri sirrinya yang besar,” jelas Iptu Fauzy menirukan perkataan pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku akan  kami jerat dengan pasal 2 UU RI No.21 tahun 2007 tentang PTPPO dan atau 296 KUHP dan atau 506 KUHP,” pungkas Iptu Fauzy Pratama.

Reporter : Umar Faruk

banner 600x310

Pos terkait