Selama 2021, Kejari Tangani 4 Perkara Korupsi, Kasus Pencabulan Naik

Rilis akhir tahun di Media Center Kejari Bondowoso, Rabu (29/12/2021) | Foto: Humas Kejari Bondowoso
Rilis akhir tahun di Media Center Kejari Bondowoso, Rabu (29/12/2021) | Foto: Humas Kejari Bondowoso
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO – Sepanjang tahun 2021 Kejaksaan Negeri Bondowoso telah menangani sedikitnya 4 kasus korupsi. Menariknya, kasus suami telantarkan istri dan anak juga marak di Bondowoso, akibat punya WIL.

Bahkan yang mengejutkan kasus pencabulan cukup tinggi. Dari total 280 kasus pidana umum sepanjang tahun 2021, ada 45 kasus pencabulan. Pencabulan di bawah umur 30 kasus sementara pencabulan pada orang dewasa 15 kasus.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Kejaksaan Negeri Bondowoso dalam siaran persnya, Rabu (29/12/2021), di Media Center Kejari, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus), Wahyu menerangkan 4 kasus korupsi yang ditangani berpotensi merugikan uang negara Rp.3 miliar lebih.

Berita Menarik Lainnya:  Penebangan Penuh Kejanggalan, 3 Pohon Taman Magenda Ditaksir Laku Rp. 120 Juta

Dari kasus korupsi tersebut, ada perkara yang telah inkracht alias berkekuatan hukum tetap, dan ada juga yang sedang banding.

Ditanya di mana saja yang potensial korupsi ? Kata dia potensi korupsi bisa terjadi di mana saja. Di hampir setiap lini bisa menimbulkan korupsi. Artinya tak hanya dari dana desa (DD) saja melainkan semua perlu diwaspadai.

“Jadi kalau menurut saya bisa, DD, hibah. Jadi saya katakan hampir di setiap lini,” ujarnya.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Bondowoso, Sucipto, mengimbau agar penyelenggara uang negara melakukan langkah antisipasi agar penggunaan anggaran tidak melanggar hukum.

“Maka dari itu, tim turun ke desa – desa melalui program Jaga Desa untuk memberikan pembinaan bagaimana pengelolaan DD/ADD agar tak menyalahi aturan,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Lagi, Pemkab Bondowoso Gelar Bazar Ramadan

Terlebih saat ini ada 171 kepala desa yang baru dilantik hasil Pilkades serentak pada 16 Desember 2021 kemarin.

“Bahwa kita juga akan turun ke desa. Karena ini hasil Pilkades yang baru ini harus ada pembinaan terkait penggunaan dan pengelolaan DD/ADD supaya mereka tak salah langkah,” ungkapnya.

Selain kasus korupsi,Kepala Seksi Pidana Umum Kejari, Paulus Agung Widaryanto, menyebutkan ada tiga kasus penelantaran keluarga di Kabupaten Bondowoso terjadi, lantaran suami memiliki Wanita Idaman Lain (WIL) yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri.

Tiga tersangka itu meninggalkan dan tidak menafkahi istri dan anaknya lebih dari tiga bulan.

Sehingga, istri yang sadar hukum melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Salwa Apresiasi Kinerja ASN Purna Tugas

“Tersangkanya kan laki-laki. Dia punya senengan atau WIL lah. Karena dia tertarik sama WIL-nya, akhirnya anaknya ditinggal lebih dari tiga bulan,” jelasnya.

Agung menambahkan, di Bondowoso sebenarnya banyak terjadi kasus serupa. Hanya saja, tidak ada keberanian bagi korban untuk melapor karena diancam oleh suami.

“Ya laporkan saja dengan fakta-fakta yang ada ke PPA,” ungkapnya.

Agung menambahkan, kasus pencabulan di Bondowoso di 2021 meningkat.

Dari total 280 kasus pidana umum sepanjang tahun 2021, ada 45 kasus pencabulan. Pencabulan di bawah umur 30 kasus sementara pencabulan pada orang dewasa 15 kasus.

“Dibanding tahun lalu meningkat. Tahun kemarin tak sampai segitu. Data lengkapnya kita tak sempat rekap,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280