Polres Sampang Ringkus Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur

Ilustrasi anak dibawah umur
Ilustrasi anak dibawah umur
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Sampang – Kepolisian Resort Sampang Berhasil meringkus tersangka pelaku pencabulan anak di bawah umur berinisial RD (19) di Desa Bundah, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Rabu (15/12/2021).

Pemuda yang berinisial RD (19) asal Desa Noreh, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang ini ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sampang, tak lama setelah mencabuli korban.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Diduga Gangguan Jiwa, Anak di Sampang Bunuh Ayah Kandung

Kasus ini terungkap setelah keluarga Mawar melaporkan apa yang telah diperbuat RD, ke Polres Sampang.

R. Sukardono Kusuma SH, MH, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Sampang, mewakili Iptu Irwam Nugraha ,SH, Kasat Reskrim Polres Sampang, menuturkan, pihaknya langsung bergerak cepat usai menerima laporan dari keluarga korban.

“Atas laporan yang dibuat oleh keluarga korban kepada kami, pada hari Selasa (14/12/2021), bahwa RD (19) telah melakukan perbuatan pencabulan terhadap Mawar, kemudian kami menindaklanjuti, kemudian Kami langsung bergerak, dan keesokan harinya tersangka (RD) berhasil Kami amankan di rumah bibinya di Desa Bundah, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, dengan dibantu Polsek Sreseh,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Timsus Polrestabes Surabaya Ungkap Oknum Jasa Marga Pesan Ganja Via Online        

Dodon – sapaan akrab petugas Unit PPA ini, menjelaskan bahwa tersangka hendak melarikan diri dan bersembunyi di rumah pasca melakukan perbuatannya.

Setelah mengetahui dia dilaporkan oleh pihak korban, dia mencari tempat persembunyian untuk mengecoh dari kejaran petugas, tersangka bersembunyi di atas plafon rumah bibinya.

Berkat kejelian aparat, tersangka RD(19) berhasil ditangkap. Di hadapan petugas kepolisian dia mengakui sudah dua kali melakukan perbuatan bejatnya itu.

Berita Menarik Lainnya:  Puskesmas Banjar Gelar Serbuan Vaksinasi di Pajeruan

“Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal 81/82 KUHP dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun,” pungkas Dodon.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280