Polisi Sebut Berita Tahanan Kabur Hoax, Ini Tanggapan AJI

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya Eben Haezer | Foto: Istimewa
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya Eben Haezer | Foto: Istimewa
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Sidoarjo – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya menanggapi terkait tuduhan pemberitaan hoax oleh Kasatreskrim Polresta Sidoarjol AKP Oscar Stefanus Setja soal dugaan kaburnya tiga tahanan dari Polsek Balongbendo.

Ketua AJI, Eben Haezer, mengatakan
sebenarnya jurnalis saat menulis berita pastinya by data, sudah dapat pernyataan, wawancara atau informasi dari lapangan dengan berbagai narasumber.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Curwan Marak, Polisi Siap Tembak Pelakunya
banner 1024x1366

“Tidak bisa Polisi kemudian melabeli berita yang ditulis jurnalis itu hoaks atau tidak benar. Jika fakta kemudian berkata lain, maka ada mekanisme lain yaitu koreksi. Polisi jangan langsung men-Just menyebut konten pemberitaan itu sebagai produk hoaks, karena sudah ada prosedur jurnalistik. Kecuali jika terbukti kuat tidak melalui kerja jurnalis yang beretika, kalau itu terbukti berarti melanggar kode etik,” jlentreh Eben, Kamis (02/12/2021).

Kata dia, Polisi menyebut dugaan tahanan kabur yang diberitakan rekan jurnalis tersebut tidak benar maka Polisi sebagai pelayanan publik harus bisa membuktikannya.

Berita Menarik Lainnya:  Polda Jatim dan Polres Jajaran Berantas Premanisme

Karena tahanan kabur adalah urusan publik maka Polisi harus menjelaskan kepada publik termasuk Jurnalis.

“Jika berita itu dibilang hoaks oleh Polisi maka Kepolisian Sidoarjo harus membuktikan faktanya bagaimana. Jika langsung melabeli hoaks produk jurnalis yang sudah sesuai etika jurnalis takutnya malah membuat kerja kerja jurnalis tidak dipercaya publik. Jadi jangan serta merta menyatakan hoaks produk jurnalistik sebab jurnalis dan produk jurnalistiknya juga sebagai pengawal pelayanan publik,” pungkas Eben

Berita Menarik Lainnya:  Polisi Kirim Kurir Narkoba Asal Bangkalan Ke Alam Barzah

Diberitakan sebelumnya, ketiga tahanan yang diduga kabur adalah berinisial DDA (29) warga Dusun Sumotuwo 23 / 03 Desa Sumokembangsri Kecamatan Balongbendo, yang terjerat perkara narkotika, AW (33) warga Dusun Penambangan 18 / 04 Desa Penambangan Kecamatan Balongbendo, yang terjerat perkara pencurian kawat dan kasusnya sudah P21 tapi belum tahap 2.

Untuk tahanan ketiga adalah LNN (20) warga Desa Manufui Kecamatan Biboki Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi NTT yang terlibat dalam kasus pengeroyokan, dan kasusnya masih proses penyidikan.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280