Warga Tambak Oso Geruduk Kejari Sidoarjo, Desak Segera Eksekusi Putusan MA

Puluhan warga Tambak Iso Waru Sidoarjo, dengan membentangkan beberapa spanduk tuntutan saat berada di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo
Puluhan warga Tambak Iso Waru Sidoarjo, dengan membentangkan beberapa spanduk tuntutan saat berada di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sidoarjo
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SIDOARJO- Massa warga Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Sidoarjo, unjuk rasa mendesak agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo segera mengeksekusi atau melaksanakan vonis Mahkamah Agung (MA) RI berisi, memberikan 3 sertifikat lahan milik Miftahur Royan dan almarhum ibunya, Elok Wahibah di depan ke kantor Kejari Sidoarjo, Rabu (13/4/2022).

Miftahun Royan di sela aksi mengatakan, pasca audiensi dengan Kejari Sidoarjo, pihak Kops Adhiyaksa Sidoarjo berjanji segera melakukan eksekusi dan menyerahkan sertifikat miliknya.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Pro-Kontra Kebijakan ODOL, GSJT Sepakati 4 Poin

“Sesuai putusan MA, tiga sertifikat tanah seluas 97,468 hektare adalah milik kami dan keluarga kami. Kami harap putusan MA yang keluar pada 19 Januari 2022 segera dieksekusi oleh Kejari Sidoarjo,” kata Miftahun Royan.

Miftahun Royan melanjutkan, dia berharap pihak Kejari Sidoarjo segera melaksanakan putusan MA RI yang sudah incrahct itu.

“Harapan saya pihak Kejari Sidoarjo lakukan eksekusi sesuai putusan MA tersebut dan segera menyerahkan sertifikat kepada kami,” harapnya.

Ads

Sebelumnya, Kejari Sidoarjo menerima perwakilan massa warga secara terbuka tersebut di Kantor Kejari. Di sini Jaksa Tindak Pidana Umum, sudah menerima pemberitahuan atau relaas putusan dari MA perkara nomor :32K/PID/2022 yang divonis pada 19 Januari 2022.

Berita Menarik Lainnya:  Pemkot Surabaya Larang Warga Bagi Takjil Ramadhan, Begini Alasannya

“Hanya saja salinan putusan lengkap dari MA belum kami terima. Jika sudah maka akan melakukan eksekusi sesuai putusan yang sudah Inkracht atau berkekuatan hukum tetap tersebut,” kata Aditya Rakatama Kasi Intel Kejari Sidoarjo.

Ads

Rakatama, menambahkan jaksa selaku eksekutor masih menunggu salinan putusan lengkap dari MA RI.

“Jika salinan itu sudah kami terima, maka kita akan eksekusi sesuai putusan MA dalam perkara ini,” pungkas Rakatama.

Kasus ini berawal pada 2017 lalu. Saat itu, Miftahur Royan dan ibunya berniat menjual tanah miliknya seluas 97,468 hektare di Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo dengan nilai Rp225 miliar.

Melalui makelar tanah Agung Wibowo. Namun sayang, sertifikat tanah justru digadaikan oleh Agung senilai Rp43,7 miliar. Sertifikat pun berpindah tangan. Hal itu diketahui korban setelah mengecek di kantor BPN Sidoarjo pada 2019.

Berita Menarik Lainnya:  Ondel-ondel di Jombang Siap Ikut Takbiran

Korban lalu membuat laporan ke Polda Jatim. Sang makelar Agung Wibowo ditangkap di Solo. Tersangka menggunakan uang puluhan miliar itu untuk membeli 3 unit mobil, tanah di 3 lokasi, serta koleksi senjata.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800