Tahapan Hingga Larut Malam, PPS Keluhkan Pencairan Honor Pilkada 2020

Silahkan Share ke :

Surabaya, Beritabangsa.com – Pilkada Surabaya yang jatuh pada 9 Desember 2020 mendatang, menjadi sebuah perhelatan akbar bagi warga Surabaya. Namun ironinya honor Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang sudah melalui berbagai tahapan, belum kunjung diterima.

Mufaid yang merupakan Ketua PPS Kelurahan Pegirian Kecamatan Semampir mengeluhkan mekanisme tahapan pencairan honor. Pasalnya mulai dari pelantikan PPS, hingga tahapan pencoklitan saat ini belum ada kejelasan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Calon Penerus Walikota Surabaya Risma Masih Samar
banner 1920x1080

“PPS sudah melakukan berbagai tahapan menjelang Pilwali Surabaya, namun sampai detik ini kami belum mendapat kejelasan terkait hak kami, komisioner KPU sendiri tidak memberikan kejelasan terkait honorarium kapan turun,” jelasnya. Sabtu (18/7/2020).

Pihaknya, belum mendapat kejelasan terkait turunnya honorarium. Oleh sebab itu Mufaid bersama PPS lainnya ingin meminta kejelasan pada KPU.

Berita Menarik Lainnya:  Percepat Tahapan Verfak Calon Walikota Independen, PPK Semampir Lakukan Ini

Lebih lanjut Mufaid menjelaskan jika petugas PPS dalam Pilkada Surabaya tahun ini tetap berjalan meskipun di tengah pandemi.

“Tahapan mulai awal hingga sekarang tetap kita jalani, bahkan kita bekerja sampai larut malam, kemarin baru saja mengeset logistik persiapan dan APD Petugas Pemutaakhiran Data Pemilih (PPDP),” lanjutnya.

Sebelumnya, tahapan verfikasi faktual calon independen sudah terlaksana, selain itu proses pembentukan PPDP dan pembagian TPS juga telah berjalan. Saat ini PPS fokus pada proses Coklit.

“Ada beberapa tahapan yang sudah kami selesaikan, mulai dari pembentukan PPDP hingga pembagian TPS, kita masih running terus agar sesuai deadline yang telah ditetapkan KPU,” ungkap Mufaid.

Berita Menarik Lainnya:  DPP GMNI Ajak Pemuda Kawal Implementasi UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual

“Kami terus jalan ditengah pandemi, kami juga terus keliling door to door ke RT RW dan warga, ya kami jalan saja sih untuk memenuhi deadline KPU,” imbuhnya.

Oleh karena itu, petugas PPS Surabaya menyesalkan jika hak honorarium yang harusnya turun mulai bulan Juni, hingga bulan Juli pun belum kunjung turun.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait