Satu Tahun Beroperasi Tanpa Izin, Pabrik Arang di Kecamatan Pujer Bondowoso Terancam Ditutup

BONDOWOSO, Beritabangsa.com – Industri pabrik tempat pembuatan arang berskala besar yang ada di Desa Sukowono, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (8/2/2020) terancam ditutup oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, Jawa Timur. Pabrik tersebut nekat beroperasi selama satu tahun tanpa mengantongi izin operasional.

Agus Sowarjito, Asisten II Pemkab Bondowoso, didampingi langsung oleh Kepala Desa Sukowono, Komandan Koramil Pujer dan Kepala Kecamatan Pujer, meninjau langsung ke lokasi pabrik tersebut, juga dikawal oleh satu orang anggota Polsek Pujer.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Kita mengecek industri ini, karena adanya laporan masyarakat, bahwa ada aktivitas pembakaran arang yang menyebabkan polusi terhadap lingkungan masyarakat sekitar. Kita dari kabupaten turun langsung untuk mengecek di lapangan, memastikan kebenaran bagaimana keberadaan perusahaan ini,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Membuat Siswa Cenderung Stres, Nadiem Akan Hapus UN Pada Tahun 2021

Agus menyampaikan, hasil kunjungan nanti akan dilakukan rapat koordinasi (Rakor) di tingkat kabupaten, sebagai bentuk kepedulian aparatur pemerintah yang seharusnya untuk bergerak tidak harus terlebih dahulu menunggu didemo oleh masyarakat.

Menurutnya, dari hal kecil seperti aktivitas pabrik polusinya sudah mengganggu terhadap masyarakat, apalagi terutama soal perizinannya yang jelas-jelas masih belum ada.

Dia menuturkan, kalau bangunan rumah tanpa ijin terlebih dahulu itu lumrah. Namun, perusahaan arang ini bukan hal biasa tapi wabil khusus bagi saya.

Hal ini bukan hal yang biasa, wabil khusus, bagai saya. Sehingga, seharusnya tidak boleh begitu, terutama di perizinan begitu. Besok kita akan cek RT RW-nya di kabupaten, tapi klo di RDTR tata ruang di kecamatan tidak masuk R hanya membahas di wilayah perkotaan, jadi desa tidak Masuk RTRW keseluruhan kita akan lihat aturan aturan di kabupaten,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  540 Personil Operasi Lilin Semeru 2020 Disiagakan, Kapolres Bondowoso : Jangan Sampai Ada Kluster Baru di Nataru

Dia membeberkan, keberadaan industri tersebut memang tidak ada izinnya dan di kabupaten nanti akan juga dicek terkait Perda RT RW-nya untuk memastikan, apakah kawasan ini merupakan kawasan industri atau bukan termasuk kawasan industri.

Dia menganggap, pabrik arang yang memiliki 25 tungku itu selama beroperasi sudah menyalahi aturan. Karena, pabrik tersebut tidak mengantongi izin.

Seharusnya pabrik ini sudah berijin. Izin itu juga menyangkut dengan adanya ijin lingkungan. Jadi, kegiatan wajib Amdal atau UKL-OPL, istilahnya penyuluhan lingkungan dan pengelolaan lingkungan, itu harus ada semuanya,” terangnya.

Berita Menarik Lainnya:  Ketua PP Bondowoso Minta Kadernya Aktif Sosialisasikan Wajib Bermasker

Disampaikannya, dalam perijinan. Masyarakat sekitar harus menyetujui semua dan juga harus diarahkan teknis pembuangan asap di UKP-OPL.

Menurutnya, adanya demo dari masyarakat tentang pabrik ini menandakan aparatur itu terlambat menanganinya.

Jika di dalam perda RT RW setelah kita lihat kawasan itu tidak memenuhi syarat sebagai tempat industri, maka kegiatan ini harus ditutup dan kegiatan produksi harus dihentikan selamanya,” tuturnya.

Dia juga menghimbau kepada pemilik perusahaan tersebut agar kegiatan produksi ditutup sementara. Karena perusahaan milik Ahmad Fauzi, seorang kontraktor di Bondowoso tersebut masih belum mengantongi izin. (Red)

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *