SAH! Menkes Setuju Permohonan PSBB Surabaya Raya

Jakarta, Beritabangsa.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto langsung setuju dan mengesahkan atas permohonan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, per 21 April 2020.

Keputusan itu diambil menyusul penyebaran kasus virus Covid-19 di tiga kabupaten/kota tersebut terus meningkat setiap harinya.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Setelah dilakukan kajian oleh tim teknis, kami menyetujui usulan PSBB di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik. Jadi PSBB bisa diterapkan di sana,” demikian Terawan dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (21/4).

Berita Menarik Lainnya:  Harumkan Nama Sidoarjo, Sufyan Assauri Raih Juara 1 Qiroat Mujawwad Dewasa MTQ XXIX

Keputusan tersebut telah ditetapkan Menkes tanggal 21 April 2020 melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/264/2020.

Ia menegaskan, PSBB sudah harus ditetapkan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. Ia menjelaskan, PSBB tersebut ditetapkan setelah dilakukan proses kajian epidemiologi dan pertimbangan kesiapan daerah dalam aspek sosial, ekonomi, serta aspek lainnya oleh tim teknis.

Selanjutnya, Terawan meminta Pemerintah daerah setempat wajib melaksanakan PSBB dan secara konsisten mendorong serta mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

Berita Menarik Lainnya:  Rektor UINSA: Regulasi Pengeras Suara Masjid dan Musala Ada Sejak 1978

PSBB tersebut dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran,” pintanya.

Seperti diketahui sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengirim surat pengajuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ke Menkes. PSBB ini rencananya akan diterapkan di Surabaya Raya. Ada tiga daerah, yaitu Kota Surabaya, sebagian Kabupaten Sidoarjo, dan sebagian Kabupaten Gresik, yang akan menjalankan PSBB.

Kota Surabaya menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Jatim. Sementara Sidoarjo dan Gresik yang notabene menjadi wilayah penyangga Surabaya juga mengalami tren kenaikan pasien positif lantaran memiliki pola interaksi kewilayahan yang sangat erat,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Senin (20/4).

Berita Menarik Lainnya:  Perkembangan PSBB, Masyarakat Surabaya Juara Satu Tak Patuhi Aturan

Agar PSBB benar-benar terlaksana, penyebaran Covid-19 bisa dihentikan, maka, harus ada sanksi bagi pelanggar. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku telah menyiapkan sanksi bagi masyarakat yang melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik (Surabaya Raya).

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar

  1. Psbb berlaku,bgmn kmi bs bayar cicilan yg ada,ga dibyr denda berlipat.bunga smakin tinggi.,uang sekolah yg hny dipotong 10% dr hrg spp 400rb,listrik mau byr pke apa?!byr BPJS pke apa?yg katanya dulu BPJS di kembalikan jd 80rb,tp smpe detik ini masih 160rb/org(baik kls 1 smpe kls 3 tdk ada pengembalian normal,yg ada malah akan bertmbh katanya)mohon jika PSBB berlaku,hrs ada kompensasinya.krn kami kl dilockdown,kami jg tdk digaji oleh tmp kami bekerja.