Naskah Akademik Atur Jarak Antar Toko Modern, Perda Nomor 5 Tahun 2020 Berubah di Pansus

Naskah Akademik
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Bondowoso – Naskah Akademik dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Toko Swalayan dan Pusat Perbelanjaan, di Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. Selain itu juga mengatur jarak antara toko modern satu dengan yang lain.

Tertera dalam klausul di Naskah Akademik (NA) Perda halaman 60, bahwa ketentuan jarak antara toko modern dan pusat perbelanjaan dengan pasar rakyat paling dekat 1.000 m (seribu meter).

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Namun bunyi dalam klausul Perda Nomor 5 tahun 2020 justru menyimpang. Di Pasal 21 ayat (2) poin a disebutkan, antara toko swalayan dengan pasar rakyat paling dekat radius 50 m (lima puluh meter).

Berita Menarik Lainnya:  540 Personil Operasi Lilin Semeru 2020 Disiagakan, Kapolres Bondowoso : Jangan Sampai Ada Kluster Baru di Nataru

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP dan Naker), Nunung Setianingsih saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa ketika ditanya ke bawahannya di naksah akademik itu memang ada.

“Ketika rame-rame (Perda ramai dibicarakan), saya tanya dalam naskah akademiknya, ada. Melalui proses akademis,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (1/3/2021).

Nunung mengakui, dirinya baru menjabat Kepala DPMPTSP dan Naker, Perda tersebut sudah selesai. Namun kata dia, berdasarkan keterangan bawahannya, Perda tersebut didapatkan di Pansus DPRD Bondowoso. Hingga akhirnya disahkan.

“Artinya saya tidak mengikuti dari awal,” katanya.

Ditanya apakah tidak ada komplain eksekutif, ketika Perda itu tidak sesuai NA. Nunung mengaku tidak tahu, karena belum di DPMPTSP.

“Kalau proses secara detail saya tidak ngikuti. Bukan saya tidak mau menjawab, saya tidak ada di dalamnya. Di Pansusnya saya tidak tahu,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Santuni 305 Anak Yatim, Bupati Salwa : Berharap Baznas Tingkatkan Kinerja

Sementara itu ditempat yang sama, Kabid Penanaman Modal DPMPTSP Bondowoso, Kartono hanya mengikuti bagian akhir Pansus tentang Perda pasar rakyat, toko modern dan pasar rakyat tersebut.

“Saya ikut diakhir. Ya (setelah final). Setelah ada kajian dari Provinsi itu,” terangnya.

Di sisi lain, salah satu anggota Pansus tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Toko Swalayan dan Pusat Perbelanjaan, Sinung Sudrajad tak memberikan jawaban terkait adanya perbedaan antara NA dengan produk Perda yang dihasilkan.

Justru dia bertanya naskah akademik perda toko modern dan pasar rakyat tersebut. Padahal seharusnya anggota Pansus mengetahui naskah tersebut. “Mana NAnya?,” katanya saat dihubungi melalui selulurnya.

Berita Menarik Lainnya:  Gelar Santunan, Ketua DPRD Jatim Ajak Masyarakat Bondowoso Tetap Patuhi Prokes

Ditanya, masak anggota Pansus tidak tahu naksah akademik Perda? Dia mengaku sedang rapat.

“Kan enak kalau aku dikirimi yang ada klausul itu (jarak 1.000 meter). Aku tinggal buka, sambil terus rapat,” jawabnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah jarak pasar modern berjejaring Kabupaten Bondowoso dengan toko modern, kurang dari 1.000 meter. Seperti di Maesan, Grujugan, dan sejumlah tempat lain. Bahkan di Kecamatan Tamanan, toko modern berhadapan langsung dengan pasar rakyat. Hanya dipisah jalan raya.

Perda nomor 5 Tahun 2020 tentang pasar rakyat, toko modern dan pusat perbelanjaan dikritik sejumlah aktivis. Mulai mahasiswa, pengamat dan lainnya. Sebab jarak antara toko modern dan pasar rakyat yang hanya 50 meter dinilai tidak memihak pedagang kecil dan toko kelontong.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait