Gugatan Konsumen Eka Karunia Motor Tak Diterima, Ini Penjelasan PH

Bambang Roebi XDyanto, SE, Kacab dealer CV. Eka Karunia Motor bersama tim penasihat hukumnya saat usai mendengarkan pembacaan putusan di PN Lamongan
Bambang Roebi XDyanto, SE, Kacab dealer CV. Eka Karunia Motor bersama tim penasihat hukumnya saat usai mendengarkan pembacaan putusan di PN Lamongan
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LAMONGAN- Gugatan lembaga bantuan hukum (LBH) Ansor Jatim, mewakili konsumen CV Eka Karunia Motor di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan, kandas.

Majelis Hakim yang diketuai oleh Nunik Sri Wahyuni, SH,MH, dan 2 hakim anggota, menyatakan gugatan yang diajukan oleh penggugat dinyatakan tidak dapat diterima.

Bacaan Lainnya

“Mengadili, gugatan para penggugat tidak dapat diterima. Menghukum para penggugat untuk membayar biaya perkara saat ini yang ditafsir sebesar Rp1,78 juta dengan ditanggung renteng,” ucap Nunik Sri Wahyuni, saat membacakan amar putusan, Rabu (27/3/2022).

Gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) yang diregister 28 Desember 2021 ini sudah melalui persidangan selama 4 bulan. Tergugat I adalah PT Ekajaya Karunia Abadi dan CV Eka Karunia Motor sebagai tergugat II. Sedangkan Bambang Roebiyanto, SE – kepala cabang dealer Honda CV Eka Karunia Motor,sebagai tergugat III.

Berita Menarik Lainnya:  Pemkot Surabaya Larang Warga Bagi Takjil Ramadhan, Begini Alasannya

Menariknya, Sugi Bowo Trilaksana sales dealer Honda itu sebagai turut tergugat (pelaku utama) telah berstatus terpidana.

Salah satu penasihat hukum penggugat dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anshor, Muchammad Jakfar Shodiq, SH, MH, mengaku sangat menyesalkan terkait putusan gugatan itu NO (tidak diterima) tersebut.

“Kami akan mempertimbangkannya. Akankah kita banding atau kita ajukan baru lagi,” katanya.

Dia menambahkan akan mempertimbangkan rencana mengadukan perkara perdata nomor 40/pdt.G/2021/PN.LMG ini ke Komisi Perlindungan Konsumen dan ke Polda Jatim.

Sementara, di pihak lain, Moch, Badrul, H, SH, usai sidang pembacaan putusan, menilai gugatan yang diajukan oleh para penggugat secara logika hukum masih sangat prematur.

Ads

Dari analisa hukum mulai awal terkait konstruksi perkara hingga materi gugatan yang diajukan pihak penggugat tidak jelas. “Setelah kami pelajari, yang dijadikan sebagai acuan adalah kuitansi pasar. Dan itu dianggap sebagai pembayaran resmi,” terang Badrul.

Berita Menarik Lainnya:  Khofifah Klarifikasi Video Viralnya, FKKN Meminta Usut Tuntas Dalang Dari Video Ultahnya

Ditambah lagi dengan poin-poin atau dalil-dalil gugatan kabur, di mana antara wanprestasi dan PMH tidak dijelaskan apa peran masing-masing.

“Dalam proses persidangan, kami pun turut menghadirkan para saksi maupun karyawan dealer dan konsumen. Tujuannya, tidak lain untuk menjelaskan bagaimana proses pembelian sepeda motor secara benar hingga diterimanya unit ke tangan konsumen,” bebernya.

Ads

Tim penasihat hukum tergugat sangat mengapresiasi kinerja majelis hakim yang menyidangkan perkara ini. Dengan putusan itu menurutnya dianggap telah sangat adil.

“Terlebih, klien kami tidak terlibat atas perbuatan Sugi Bowo Trilaksana yang berstatus terpidana dalam perkara pidana. Semoga ini bisa menjadikan semua konsumen dealer CV Eka Karunia Motor bisa lebih berhati-hati,” kata Badrul.

Berita Menarik Lainnya:  Ramadan Berkah, Jasa Tirta I Berbagi dengan 2 Yayasan Panti Asuhan

Sementara, Bambang Roebiyanto selaku kepala cabang dealer CV Eka Karunia Motor Lamongan, mengaku bersyukur atas hasil putusan yang dibacakan majelis hakim.

“Memang kenyataannya pihak dealer tidak menerima uang sepeser pun dari Sugi Bowo Trilaksana yang saat ini menjadi terpidana. Dengan begini maka telah dibuktikan secara sah bahwa dealer tidak ikut terlibat,” terangnya polos.

Bambang mengimbau kepada konsumen di Kabupaten Lamongan, khususnya konsumen CV Eka Karunia Motor Lamongan untuk melakukan transaksi pembayaran dilakukan di kasir sesuai petunjuk di dealer.

“Yang jelas setiap ada transaksi harus datang di delaer serta menerima kuitansi resmi dari dealer. Itu sebagai bukti pembayaran yang sah,” tutupnya.

Sekadar diketahui, perkara pidana kasus itu telah menyeret Sugi Bowo-sales menjadi terpidana. Berangkat dari situ sedikitnya 15 konsumen CV Eka Karunia Motor melalui LBH Ansor meminta pertanggungjawaban pengganti (asas vicarious liability) atas perbuatan melawan hukum.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800