DKPP Pecat Komisioner KPU Surabaya

Surabaya, Beritabangsa.com – Majelis Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi tegas berupa pemberhentian tetap alias di pecat kepada Komisioner Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Kota Surabaya Muhammad Kholid Asyadullah, M.Pd., Rabu (8/7).

KPU Surabaya tersebut di pecat DKPP karena perkara yang diawali pernikahan sirri oleh yang bersangkutan. Sanksi ini dijatuhkan karena Muhammad Kholid Asyadulloh terbukti melanggar pasal 2, pasal 3, pasal 7 ayat (3), pasal 12 huruf b dan huruf c dan pasal 15 huruf a Peraturan DKPP RI Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilihan Umum.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Ditengah Pandemi, PPK Sawahan Antisipasi Jumlah Penurunan Pemilih Pilwali Surabaya
banner 1920x1080

Selain itu, dia juga terbukti melanggar pasal 90 ayat 1 huruf c PKPU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.

Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Muhammad Kholid Asyadulloh selaku anggota KPU Kota Surabaya sejak dibacakannya putusan ini,” kata Ketua Majelis, Alfitra Salam, saat membacakan amar putusan perkara nomor 54-PKE-DKPP/IV/2020.

Berita Menarik Lainnya:  Mantan Anggota PPK Laporkan Komisioner KPU Surabaya ke DKPP, Ada Apa?

Dalam pertimbangan putusan perkara nomor 54-PKE-DKPP/IV/2020, DKPP menilai terdapat bukti yang cukup yang menunjukkan penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi. Yakni membangun relasi asmara dengan Nanik yang menjabat sebagai anggota PPK atau Panitia Pemilihan Kecamatan Mulyorejo.

Terungkap fakta dalam sidang, kronologisnya bahwa sebelum menikah secara sirri, Muhammad Kholid telah membangun relasi dengan Nanik pada pelaksanaan tugas Pemilu tahun 2019.

Fakta ini pun didukung dengan alat bukti dokumen berupa tangkapan layar (screenshot) percakapan antara Nanik dengan Muhammad Kholid.

Berita Menarik Lainnya:  Belasan Tahun Berjuang, Ipong Berharap Hak Atas Tanahnya Bisa Kembali

Adanya fakta itu menunjukkan Muhammad Kholid telah menjalin hubungan dengan Nanik saat masih terikat perkawinan yang sah. Dia dinilai DKPP telah mengambil simpati Nanik dengan mengantar pulang ke rumah dan menemani teradu melakukan tindakan medis endoskopi di Rumah Sakit Dr Soetomo.

DKPP menilai hubungan asmara antara pengadu dan teradu telah berlangsung saat pengadu berkedudukan sebagai anggota PPK Mulyorejo,” pungkas anggota Majelis DKPP, Didik Supriyanto, saat membacakan pertimbangan putusan.

Reporter : Sholeh

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *