Amburadul, Musaffa: Panitia Seleksi KPID Jatim Diduga Amankan Komisioner Incumbent!

KPID

Beritabangsa.com – Rekrutmen calon anggota KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Jawa Timur periode 2021-2024 menimbulkan sebuah pertanyaan, 100 orang calon komisioner KPID Jawa Timur telah dinyatakan lulus seleksi administrasi oleh Panitia seleksi KPID Jatim.

Namun pada saat pengumuman kelulusan administrasi, beredar dua surat, yang pertama tidak ada nomor surat, tanda tangan dan stempel. Yang kedua keluar surat pengumuman yang di sertai nomor, tanda tangan dan stempelnya, 100 orang yang dinyatakan lulus administrasi ternyata diketahui ada beberapa peserta yang mengumpulkan berkas tidak sesuai dengan persyaratan yang semestinya.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Tak Ajukan Eksepsi, Pejabat Kejari Bojonegoro di Jombang Akui Perbuatan Sodomi
banner 1920x1080

Zainul Masduki salah satu calon anggota yang dinyatakan lolos administrasi rekrutmen Komisioner KPID Jawa Timur menyampaikan, jika dirinya tidak menyertakan surat keterangan sehat rohani sebagaimana yang disyaratkan, namun di nyatakan lulus Administrasi.

“Dengan nomor urut Peserta 15/A/
28.12/2021, padahal di persyaratan jelas harus menyertakan surat sehat jasmani dan rohani,” katanya.

Dihubungi secara terpisah, Musaffa Syafril yang juga salah satu peserta seleksi mengaku kecewa dengan mekanisme ujian tulis yang dilakukan secara manual oleh panitia seleksi KPID Jawa Timur.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Salwa Pimpin Apel Pendisiplinan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan

Pasalnya dengan tes tulis manual, menurutnya penilaiannya cenderung subjektif, tidak transparan dan pantas di pertanyakan.

“Sangat patut dipertanyakan ini, sebab mengingat ujian tes tulis Komisioner yang lain sudah menggunakan sistem CAT,” keluhnya kepada Beritabangsa.com

Selain itu, lanjut musaffa, ujian tulis yang diadakan secara tatap muka langsung di kota Batu Malang tersebut dapat berpotensi menimbulkan masalah baru mengingat kondisi pandemi covid-19 belum berakhir.

Berita Menarik Lainnya:  Polisi Gagalkan Penjualan 10 Ton Pupuk Bersubsidi

“Sehingga dampaknya mengurangi tingkat partisipasi dari calon peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Dari 100 peserta yang dinyatakan lulus administrasi yang mengikuti tahapan seleksi ujian tulis hanya sekitar 65,” tegasnya.

“Saya menduga ada kepentingan politik untuk mengamankan Komisioner incumbent KPID Jawa Timur,” imbuhnya.

Berbekal beberapa bukti dugaan kelalaian panitia seleksi tersebut, pihaknya akan mengadukan amburadulnya proses seleksi KPID Jawa Timur ke Komisi Ombudsman dan Gubernur Jawa Timur. “Kita lihat nanti, tunggu saja,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *