Pegawai Honorer RSD Soebandi Diduga ‘Ngentit’ Duit BPJSKes Rp. 1 M Lebih

Pasien mengantri pelayanan kesehatan di RSD. dr. Soebandi Jember. (Foto: Guntur Rahmatullah)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JEMBER – Seorang pegawai honorer berinisial ID, yang menempati jabatan administrasi farmasi di RSD dr Soebandi Jember sedang menjadi pembicaraan hangat di rumah sakit pelat merah tersebut. Dia kedapatan melakukan kecurangan yakni dengan menjual obat dari pasien BPJS Kesehatan kepada pasien umum dengan harga miring.

Wartawan beritabangsa.com mewawancarai dua orang pegawai yang kompeten dan mengetahui kronologi kasus yang dilakukan terduga pelaku ID, semua narasumber tersebut meminta identitasnya dilindungi dan dirahasiakan.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Seorang Laki-laki Ditemukan Meninggal di Dalam Kamar Proyek

Kemudian wartawan memberikan inisial A dan B untuk kedua narasumber yang sudah bersedia memberikan keterangan kepada beritabangsa.com

Narasumber A, menjelaskan modus yang dilakukan ID selama ini sampai akhirnya terbongkar.

ID merupakan karyawan honorer yang mulai bekerja di RSD dr Soebandi Jember sejak 2014 sebagai tim pengendali BPJS Kesehatan, lalu pada 2015  menempati posisi jabatan administasi farmasi rawat jalan yang mempunyai akses data BPJS Kesehatan seluruh pasien.

“Jadi karena dia bagian administrasi, dia mempunyai akses seluruh data pasien BPJS Kesehatan, termasuk data resep setiap pasien BPJS Kesehatan obatnya sesuai penyakitnya masing-masing, nah potensi inilah yang dimanfaatkannya, jadi dia mengambil obat atas nama pasien yang terdaftar pada BPJS Kesehatan itu kan sudah tahu tuh pasien itu resep obatnya apa saja, diambil lalu obatnya dijual kepada pasien umum atau non-BPJS Kesehatan dengan harga yang miring,” ungkap narasumber A.

Ads
Ads

Saat diperiksa memang tidak ada yang mencurigakan, karena laporan keterangan obat-obat itu keluar atas nama pasien BPJS Kesehatan, namun tidak diberikan ke pasien BPJS Kesehatan melainkan dijual ke pasien umum.

Berita Menarik Lainnya:  Bermodalkan Rekaman CCTV, Pelaku Maling Helm di Kecrek Polisi

ID juga diketahui, rajin masuk kerja lebih pagi dari jam operasional rumah sakit dan kemudian mendapatkan penghargaan dari manajemen rumah sakit sebagai karyawan teladan. Ternyata setelah diketahui kasus ini, ID masuk lebih pagi untuk memainkan data BPJS Kesehatan untuk menginput obat yang akan dijual ke pasien umum.

Sementara itu, narasumber B menjelaskan kronologi terbongkarnya praktik illegal yang selama ini dilakukan oleh ID.

ID mempunyai akses database pasien BPJS Kesehatan dengan leluasa, karena membuat password tersendiri. Hanya dia yang tahu. Sejak ID dipindah ke Apotek Rawat Inap, banyak pasien umum yang mencarinya hanya untuk membeli obat karena harganya miring.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800