Polresta Blitar Bongkar Sindikat Sanjipak Motor 9 TKP, Ternyata Ibu Muda

Polresta Blitar
Barang bukti Sepeda motor yang diamankan oleh Polresta Blitar
Silahkan Share ke :

aa

 

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

BERITABANGSA.COM-BLITAR- Tim Unit Reserse dan Kriminal Kepolisian Sektor Srengat Resort Kota Blitar membongkar sindikat Sanjipak alias penipuan, yang didalangi ibu muda Lailatul Hanifah, 34 tahun, asal Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar. Kota.

Tak tanggung-tanggung, ibu dua anak itu telah menipu dan menggelapkan sepeda motor di 9 lokasi di wilayah hukum Polres Blitar Kota.

“Unit Reskrim Polsek Srengat Polres Blitar Kota mengungkap kasus ini dengan pelaku sama. Yakni, Lailatul Hanifah warga Desa Wonodadi,” kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Argowiyono, Jumat (24/6/2022).

AKBP Argo mengatakan modus penipuan dan penggelapan yang dilakukan pelaku dengan cara pura-pura meminjam sepeda motor korban.

Berita Menarik Lainnya:  Pengedar Pil Koplo Dobel L Dibekuk

Sedang sasarannya, yaitu, pengurus maupun santri di sejumlah Pondok Pesantren di wilayah Kecamatan Srengat dan Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar.

“Modusnya pura-pura pinjam sepeda motor kepada korban lalu dibawa kabur dan dijual. Dari sembilan TKP, mayoritas dilakukan di pondok pesantren,” ujar AKBP Argo.

Dikatakannya, pelaku mencari target lewat media sosial. Pelaku mencari nomor telepon pengurus maupun santri pondok pesantren yang bisa dihubungi.

Setelah dapat nomor telepon, pelaku menghubungi calon korban dengan berpura-pura akan mendaftarkan anaknya ke pondok pesantren tersebut.

Selanjutnya, pelaku mengajak bertemu dengan calon korban untuk mengurus administrasi pendaftaran anaknya di suatu tempat. Setelah bertemu, pelaku pura-pura pinjam sepeda motor untuk menjemput anaknya. Di sinilah pelaku tidak balik.

“Pelaku langsung menjual sepeda motor ke orang lain. Hasil penjualan sepeda motor dipakai untuk bayar utang. Pelaku memang sedang ada masalah ekonomi di keluarga,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Pengangguran Pemuja Narkoba Ini akan Lebaran di Penjara

Kata Kapolres, petugas mengembangkan kasus tersebut dan menangkap dua orang lagi sebagai penadah sepeda motor hasil kejahatan pelaku.

Kedua penadah yang ditangkap, yaitu, Didik Utomo (41), warga Kabupaten Trenggalek dan Dicky Hermawan, warga Kabupaten Tulungagung.

Aparat dari Unit Reskrim Polsek Srengat menyita 7 unit sepeda motor hasil kejahatan Lailatul yang sudah dijual kepada 2 penadah tersebut.

“Dari sembilan TKP kejahatan pelaku, kami menyita tujuh unit sepeda motor,” katanya.

Pada saat konferensi pers Lailatul Hanifah yang lebih banyak diam. Dia hanya mengatakan motifnya sudah disampaikan kepada penyidik Polres Blitar Kota.

“Semua sudah saya jelaskan kepada penyidik,” kata Lailatul Hanifah

Usai konferensi pers, Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono menyerahkan langsung dua unit sepeda motor barang bukti penipuan penggelapan kendaraan bermotor (ranmor) secara simbolis kepada korban.

Berita Menarik Lainnya:  Meriah Pelaksanaan MTQ Ke IX Tingkat Desa Tanammawang

AKBP Argowiyono didampingi Pejabat Utama dan Kapolsek Wonodadi bersama-sama mengantarkan barang bukti sepeda motor kepada korban di Pondok Darul Huda Wonodadi Kabupaten Blitar.

“Jadi hari ini ada dua unit kendaraan yang dikembalikan kepada pemiliknya, ini berdasarkan hasil pengungkapan kasus penipuan penggelapan sepeda motor dengan korban santriwati Pondok Darul Huda,” ujar AKBP Argo

Korban atas nama Desy Natalia dan Chetrin Aprilia Eka Prasetya yang didampingi langsung oleh pimpinan pengasuh Ponpes Darul Huda terlihat bahagia saat sepeda motornya sudah ditemukan dan diantar Kapolres Blitar Kota.

“Saya selaku pimpinan pengasuh Pondok Darul Huda mengucapkan terimakasih kepada Pak Polisi yang telah sigapnya dan luar biasa, berhasil mengungkap kasus penipuan penggelapan tidak ada kata yang pantas kami ucapkan selain terima kasih,” ujar KH Asyharul Muttaqien, pimpinan Ponpes Darul Huda.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280