Polisi Bongkar Pabrik Petasan di Jombang, 5 Produsen Terancam Lebaran di Penjara

Polres Jombang saat ungkap kasus peredaran bahan peledak, 5 produsen petasan diamankan
Polres Jombang saat ungkap kasus peredaran bahan peledak, 5 produsen petasan diamankan
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG- Siapa menanam dia menuai. Lima produsen petasan di Jombang ini tertunduk sedih sambil mengenakan baju tahanan. Mereka menerima akibat perbuatannya membuat petasan.

Mereka baru saja ditetapkan jadi tersangka produsen bahan peledak yang siap diedarkan di bulan Ramadan dan Lebaran ini. Polisi dari Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jombang, berhasil menggagalkan upayanya.

Bacaan Lainnya

Selain menyita sejumlah bahan peledak, kelima produsen ini diseret ke tahanan dan terancam lebaran di penjara.

Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat menjelaskan, penangkapan itu terjadi setelah mendapat laporan dari masyarakat.

Berita Menarik Lainnya:  Gugatan Tapal Batas Kawah Ijen Ditolak PN Banyuwangi, Bupati Bondowoso Minta Mendagri Segera Terbitkan Batas Wilayah

Kata dia, masyarakat merasa resah dan terganggu dengan maraknya petasan yang diledakkan kala malam hari. Selain mengganggu, AKBP Moh Nurhidayat mengatakan petasan dinilai sangat membahayakan.

“Sehingga dari laporan yang masuk, kami tindaklanjuti dengan Sat Reserse dan jajaran melaksanakan penyelidikan. Setelah berhasil dipetakan, bergabung dengan jajaran intelijen melaksanakan penangkapan yang akhirnya tertib 5 LP,” ujar Kapolres Jombang di hadapan awak media pada Senin (11/4/2022) siang.

Selain tersangka, polisi juga menyita barang bukti dari petasan yang sudah jadi dan yang belum diracik.

Menurutnya, keseluruhan barang peledak yang diamankan dari 5 tersangka mencapai kurang lebih 75 bahan peledak.

Ads

“Kurang lebih 75 bahan peledak dengan skala low eksplosif, ada belerang, arang, potassium dan bahan lainnya. Semua kami amankan,” jelas Kapolres Jombang.

Berita Menarik Lainnya:  Bupati Jombang Bantu 2 Anak Yatim Korban Covid Masuk Pesantren Dengan Bebas Tanggungan

Selain dilakukan pengamanan, barang bukti bahan peledak kata Kapolres Jombang juga akan dilakukan pemusnahan. Namun demikian, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Polda Jatim dan Brimob.

“Kita koordinasikan nanti soal pemusnahannya barang peledak ini, juga sudah kami koordinasikan kepada kejaksaan terkait dengan penyisihan barang bukti dan kami laksanakan pemusnahan,” katanya.

Mengetahui status tersangka sebelumnya, Kapolres Jombang menjelaskan hanyalah pengracik petasan yang kemudian diedarkan. Aksi nekat tersebut kata AKBP Moh Nurhidayat, guna meraup cuan memanfaatkan Ramadan dan malam Lebaran.

Ads

Ditanya soal asal bahan peledak yang dibeli, Kapolres Jombang tidak bisa menjelaskan. Pihaknya hanya mengatakan sementara waktu, akan dilakukan pengembangan terlebih dahulu.

“Ya mereka hanya membuat dari bahan-bahan ini untuk mendapatkan nilai ekonomi. Soal bahan dari mana dan lain sebagainya, nanti dulu. Karena biar kami kembangkan dan menindaklanjuti terlebih dahulu ya,” bebernya.

Berita Menarik Lainnya:  Asyik Ngamar di Hotel Mojoagung Jombang, 7 Pasangan Haram Terciduk

Dari aksi nekat yang dilakukan 5 pria dewasa asli warga Jombang ini, mereka terjerat pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951.

“Dikenal pasal satu ayat satu Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951, terkait tentang larangan untuk menyimpan, mendistribusikan dan juga menyalakan dari bahan-bahan peledak ini. Ancamannya hukuman seumur hidup, mati, atau 20 tahun seperti itu,” pungkasnya.

Dari data media ini, 5 tersangka produsen petasan tersebut diantaranya Saiful Arifin (46) warga Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Mohammad Sulkan (57) warga Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang. Kemudian Suwito (51), Sokip (43), dan Suwandi (47) warga asal Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800