Pengangguran Pemuja Narkoba Ini akan Lebaran di Penjara

Pengangguran Pemuja Narkoba Ini akan Lebaran di Penjara
Tersangka DA beserta barang bukti saat diamankan di mapolsek Tambaksari
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Pemuda pengangguran berinisial DA, 32 tahun, warga Jalan Tempel Wonorejo Gang IV Surabaya. ini pun terancam tidak bisa berlebaran bersama keluarga. Dia terpaksa meringkuk di penjara akibat ulahnya bermain narkoba.

Pria lulusan SMA ini kedapatan polisi dari Tim Unit Reskoba Kepolisian Sektor Tambaksari. Dia ditangkap dan terbukti memiliki narkotika jenis Sabu-sabu (SS).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Begini Nasib Penjambret Tas Dosen di Tangan Polsek Rungkut

Kepala Kepolisian Sektor Tambaksari Komisaria Polisi M Akhyar melalui Kepala Unit Reserse Kriminal Ajun Komisaris Polisi Zainul Abidin mengatakan, Selasa (9/3/2022) polisi menerima informasi bahwa DA akan melakukan transaksi barang haram itu.

Dari sinilah kemudian, petugas bergerak cepat untuk memastikan validitas informasi itu.

Baru sekira pukul 19.30 WIB, anggota Tim Satuan Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya menguntit gerak-gerik DA.

Saat itu dia sedang berada di Perempatan Jalan Kedungdoro. Polisi langsung melakukan penggerebekan disertai penggeledahan.

Berita Menarik Lainnya:  Sinergi dengan TNI, Kemendag Perkuat Stok Migor ke Wilayah Indonesia Timur

Saat ditangkap dan digeledah petugas menemukan satu kantong plastik klip kecil berisi narkoba jenis Sabu Sabu beserta bungkusnya seberat 0.74 gram.

“Setelah kita bawa ke pinggir jalan, lalu dilakukan penggeledahan di saku celana pendek sebelah kiri tersangka ditemukan barang bukti 1 poket plastik kecil diduga berisi narkotika jenis sabu,” terang Abidin, Kamis (7/4/2022).

Selanjutnya tersangka DA beserta barang buktinya dibawa ke Kepolisian Sektor Tambaksari dan untuk pengembangan lebih lanjut dan menjalani proses penyidikan

Berita Menarik Lainnya:  Cek Cok Saat Merumput, Nyawa Melayang

Kepada polisi DA mengakui semua perbuatannya sering berpesta Sabu. ”Tetapi memang mengakui sering memakai,” tandasnya.

Kepala Reserse Keriminal Ajun Komisaris Polisi Zainul Abidin mengungkapkan pengakuan tersangka kepada Polisi, barang haram itu diperoleh di daerah Jatipurwo dari temannya bernama Cak. Barang dibeli seharga Rp200 ribu.

DA diduga selama ini menjadi budak barang haram itu dan sudah ketagihan baik barang dan keuntungan fulusnya.

“Dalam kasus ini DA, dan semua barang bukti ditahan di Polsek,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280