Faktor Ekonomi, Pasutri di Jombang Ini Nekat Jadi Begal

Pasutri tersangka begal di Jombang ketika diamankan polisi di Halaman Kantor Satreskrim Polres Jombang
Pasutri tersangka begal di Jombang ketika diamankan polisi di Halaman Kantor Satreskrim Polres Jombang
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG- Polisi di Jombang menangkap 5 pelaku begal. Dua di antaranya sepasang suami istri (pasutri), Angga Dwisaputro (20) dengan Nena Fernanda Setyoningsih (19). Tiga lainnya, ABY (14), FRA (15), dan BM (15), masih di bawah umur. Kelima tersangka berasal dari warga Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang AKP Giadi Nugraha mengungkap pasutri itu merupakan otak dari sejumlah aksi kejahatan di wilayah hukum Jombang. Keduanya nekat bertindak kriminal karena faktor ekonomi.

Bacaan Lainnya

“Faktornya cuma kondisi ekonomi. Sehingga nekat melakukan aksi begal yang sekarang sudah kami amankan. Kami amankan pasutri ini dan 3 tersangka lainnya yang usianya masih di bawah umur. Tapi ini masih dalam tahap pengembangan, kabarnya masih ada seorang diduga tersangka lagi,” ujar AKP Giadi kepada awak media pada Senin (18/3/2022) sore.

Berita Menarik Lainnya:  Misi Dagang Jatim di Gorontalo Catat Transaksi Tembus 133 Miliar Rupiah

AKP Giadi, menjelaskan aksi kejahatan kawanan ini diketahui pada Rabu (28/3/2022) sekitar pukul 21.30 WIB di Dusun Petengan, Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

“Modusnya memepet korban di jalan, kemudian memberhentikan dan membicarakan seakan – akan korban mempunyai kesalahan. Korban dibuat seolah menyerempet dan bleyer-bleyer motor. Kemudian diminta untuk meminta maaf dan diajak ke suatu tempat,” ujarnya kepada wartawan pada Senin (18/4/2022) sore.

Ads

Lanjut AKP Giadi, tersangka mengalihkan perhatian korban. Korban setelah diajak ke suatu tempat yang sepi, barulah aksi perampasan motor dilakukan.

“Tersangka sempat menodongkan senjata tajam, yang kemudian terjadilah aksi perampasan sepeda motor milik korban. Jadi aksinya cukup unik dari tersangka pasutri yang jadi otak dalam aksi pencurian ini,” jelasnya di halaman kantor Satreskrim Polres Jombang.

Berita Menarik Lainnya:  Hari Raya Nyepi, Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup Sementara

Aksi nekat tersangka itu, kata AKP Giadi
baru satu tahunan. Selain menangkap 5 tersangka, polisi juga menyita 13 barang bukti.

Ads

“Aksi tersangka sudah beroperasi kurang lebih dalam satu tahun ini. Statusnya masih baru, bukan residivis. Barang bukti yang kami amankan ada 9 unit motor, 1 unit mesin Honda, 1 unit Arm dan monoshock Honda, 1 buah tangki Honda Sonic, serta 3 buah plat nomor,” katanya.

Atas tindak kejahatan dilakukan, tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang perampokan subsider pasal 363 KUHP tentang pencurian.

“Dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara atau hukuman 12 tahun penjara, maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Angga suami dari pelaku bernama Nana, mengaku telah melakoni aksinya di 3 tempat kejadian perkara (TKP). Semuanya di wilayah hukum Kabupaten Jombang.

Berita Menarik Lainnya:  Pemuja Sabu Digulung Tim Opsnal Polsek Tambaksari

“Tiga tempat yang saya lakukan. Pertama korban kita ajak ke tempat yang sepi lalu saya ambil motornya. Kalau soal senjata tajam itu tidak, itu teman saya yang naruh. Katanya mau dibuat makan tebu,” bebernya.

Disinggung soal aksi begalnya yang nekat mengajak istrinya itu, Angga mengaku hanya untuk mengalihkan perhatian saja. Dia pun mengaku baru sekali mengajak istrinya.

“Cuma satu kali. Ini (istri) saya tinggal di tempat sepi,” jelas singkat Angga.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800