Dua Wanita Lamongan Jadi Korban Investasi Bodong

Dua Wanita Lamongan Jadi Korban Investasi Bodong
Keterangan foto : Arum Rachmawati dan Silviy Arbiyanti bersama kuasa hukumnya saat melapor ke Polres Lamongan.
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LAMONGAN – Korban trading investasi bodong Arum Rachmawati dan Silviy Arbiyanti melapor ke Polres Lamongan setelah merasa ditipu oleh Samudera Zahrotul Bilad sebagai owner. Total kerugian korban sebanyak 15 miliar.

Arum Rahmawati dan Silvy Arbiyanti didampingi kuasa hukumnya, mengakui kasus trading investasi bodong itu menjanjikan keuntungan 50 %.

Bacaan Lainnya

Keduanya sebagai reseller yang bertindak mencari member lewat media sosial. Hal itu dibenarkan pengacara mereka, Sahlan Azwar.

“Benar atas informasi yang beredar terkait kejadian investasi di Lamongan dan klien kami adalah reseller. Tugasnya menghimpun uang member. Uang itu lantas disetorkan ke Umu Zahrotulbilad,” ujar Sahlan, dalam konferensi pers, di Rungkut, Surabaya (18/1/2022).

Berita Menarik Lainnya:  Wartawan Bojonegoro Bersatu Bekali Ilmu Hukum Anggota dan Para Kades

Arum Rahmawati dan Silvy Arbiyanti menjelaskan bahwa bisnis trading ini lancar.

Banyak member telah mendapatkan profit selama 3 bulan. Tapi menginjak bulan ke-4, profit mulai macet.

Member pun mulai gelisah. Arum dan Silvy kena imbas. Keduanya kelabakan.

Member yang dia rekrut mulai mempertanyakan investasi yang mereka setor.

Silvy dan Arum, jadi sasaran member yang menuntut uangnya. Keduanya tak bisa menjawab, karena uang sudah disetor ke Umu Zuhrotulbilad.

Keduanya jadi sasaran amuk member dan hanya bisa pasrah saat member mengambil paksa barang perabot rumahnya.

“Semua barang-barang milik kami diambil member mulai dari sepeda motor dan barang-barang lain,” ujar Silvy.

Berita Menarik Lainnya:  Lagi, Lansia Meninggal di Kontrakan

“Padahal semua uang member sudah kami setorkan ke owner semua dan kami juga korban janji owner,” ujar Silvy.

Penasehat hukum keduanya, Sahlan Aswar SH, mengatakan semua uang yang masuk ke kliennya sudah disetor ke tersangka Umu Bilad.

“Kami sebagai kuasa hukum menyayangkan aksi para member menyita paksa barang milik klien kami,” ujar Sahlan.

Dia membantah tegas bahwa isu yang menyebut Silvy dan Arum kabur dari Lamongan sebagai berita hoax.

“Klien kami tidak kabur. Kami sebenarnya mau melaporkan ke Mapolda. Tapi sudah ada banyak laporan di Polres. Klien kami saat ini ada di Surabaya,” ujar Sahlan, dan rekannya Ramot Batubara, M Yusuf Effendy dan Sahura.

Berita Menarik Lainnya:  5 Santri PP Temulus Duta Ngawi di Proprov VII Jatim

Kata Sahlan, kliennya Silvy dan Arum masih syok dan bingung karena mereka sudah tidak punya uang sepeserpun untuk mengembalikannya ke member

“Itu karena semua uang telah disetorkan ke Umu Zharotulbilad. Semua uang yang disetor ke tersangka Zahrotulbilad ada bukti transfernya,” tukasnya.

Pihaknya mengaku tetap kooperatif dengan proses hukum yang dijalankan Polres Lamongan.

“Perlu kami pertegas, sampai sekarang belum ada dana untuk mengembalikan uang member. Tapi mohon bersabar karena kita akan bayarkan jika proses hukum sudah ada kejelasan,” ungkapnya.

Sahlan berharap agar penyidik Kepolisian Resort Lamongan segera menuntaskan kasus ini dan mencari keberadaan uang serta aset Umu Bilad, sehingga uang member kliennya bisa dikembalikan.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280