Bisnis Pijet Plus-plus Via MiChat Pria Asal Bandung Ini Diringkus Polisi

Tersangka
Tersangka APS diamankan di Polrestabes Surabaya
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Jasa layanan bisnis esek-esek berkedok jasa pijat semakin canggih di tengah masyarakat akhir-akhir ini.

Belum lama, Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resort Surabaya membongkar bisnis prostitusi berkedok pijat plus-plus yang dipasarkan melalui aplikasi MiChat, Rabu (1/6/2022) pukul 23.00 WIB.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

APS, 30 tahun, pria asal Bandung Jawa Barat, ini ditetapkan jadi tersangka perdagangan wanita berkedok terapis pijat ternyata juga mempraktikkan prostitusi online.

Berita Menarik Lainnya:  Ini Cara Kader PDIP Kota Probolinggo Perkuat Konsolidasi dengan Petani

Sebelum membawa korban ke Surabaya untuk menjadi terapis pijat plus-plus, APS menjual mereka lewat Medsos untuk dieksploitasi secara seksual, Rabu (1/6/2022)

Ads

Satu dari tiga korban, YL 28 tahun, dipasarkan melayani laki-laki hidung belang dengan modus pijet plus-plus, melalu media sosial aplikasi MiChat.

“Praktik prostitusi ini dilakukan di hotel di Surabaya dengan tarif Rp200 ribu hingga Rp600 ribu untuk sekali boking,” ujar AKBP Mirzal Maulana Kepala Kesatuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, kepada beritabangsa.com, Kamis (2/6/2022).

Ads

Dari setiap transaksi itu, kata Mirzal, APS mengambil komisi sebesar 50 persen. Lelaki 30 tahun asal Bandung, Jawa Barat ini menjalankan praktik prostitusi ini di sebuah kamar nomor 308 Hotel Grand Surabaya.

Berita Menarik Lainnya:  Pemuja Sabu Digulung Tim Opsnal Polsek Tambaksari

Tiga korban ini, YL, 28 tahun, AL 37 tahun dan PA 37 tahun, S direkrut APS melalui iklan di media sosial. Mereka masuk perangkap APS karena diiming-imingi gaji besar.

YL bekerja atas permintaan APS yang bertugas mencari pelanggan melalui aplikasi MiChat, untuk dipekerjakan sebagai terapis pijat plus-plus di Surabaya.

Mirzal mengungkapkan jika APS juga menjadi mucikari tiga wanita itu. ” Ya semacam itu. Karena sebelum para korban dikirim ke Surabaya, APS juga menawarkan korban ke customer untuk dieksploitasi secara seksual.

Sampai saat ini, polisi telah menetapkan APS tersangka dalam kasus perdagangan perempuan.

“Atas peristiwa itu, kami menjerat dengan kasus perdagangan orang sesuai pasal 2 ayat 1 juncto pasal 17 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang,” pungkas Mirzal Maulana.

Berita Menarik Lainnya:  Begini Nasib Penjambret Tas Dosen di Tangan Polsek Rungkut

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait