Asyik Ngamar di Hotel Mojoagung Jombang, 7 Pasangan Haram Terciduk

Asyik Ngamar di Hotel Mojoagung Jombang, 7 Pasangan Haram Terciduk
Tampak pasangan bukan suami istri saat terjaring razia di Hotel Mojoagung, Kabupaten Jombang. Fa'iz/Beritabangsa.com
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG- Petugas gabungan dari Satpol PP, Polres, dan Polisi Militer Kabupaten Jombang menggelar razia hotel di daerah Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Selasa (19/4/2022) malam.

Dari hasil razia di dua hotel di Mojoagung ini, petugas berhasil mengamankan 7 pasangan haram (bukan suami istri) sedang asyik ngamar.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Sementara di satu hotel lainnya, tak ada yang diamankan lantaran sejumlah pemesan hotel diduga kabur sebelum petugas datang.

Berita Menarik Lainnya:  Kembali Berulah, Sekjend LARM-GAK: Walikota, Copot Kasatpol PP Surabaya!

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Jombang Purwanto mengatakan kegiatan razia tersebut merupakan operasi khusus untuk pembinaan masyarakat yang melakukan penyimpangan, atau tidak sesuai dengan Perda nomor 15 tahun 2009 tentang Larangan Pelacuran.

“Hari ini kami dan tim turun di daerah Jombang wilayah timur berhasil mengamankan pasangan non muhrim,” ujar Purwanto.

Dari ketujuh pasang yang sebagian terciduk mesum dalam kamar, langsung dibawa di mobil Satpol PP Jombang. Mereka diangkut ke Kantor Satpol PP untuk pemeriksaan dan pembinaan.

“Di kantor Satpol PP Jombang ini, mereka akan dibina dan diarahkan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Selain itu, kami juga akan berikan mereka surat pernyataan,” katanya.

Berita Menarik Lainnya:  Ada 1.776 Loker di Job Fair Pemkab Sidoarjo

Selain sanksi itu, juga ada syok terapi berupa sanksi sosial. Hal ini diberikan menurutnya agar mendapatkan efek jera dan segera sadar, hingga tak mengulangi perbuatannya lagi.

“Sebagai syok terapi, sanksi sosialnya nanti keluarga agar menjemput ke sini. Ini juga menggambarkan bukti kita dari Pemerintah Kabupaten Jombang melakukan pembinaan terhadap keluarga mereka, agar menjadi lebih baik ke depannya,” paparnya.

Kata dia Jombang dikenal sebagai kota santri, maka tidak elok dipandang melihat perbuatan itu dibiarkan. Apalagi masih dalam bulan suci Ramadan 1443 Hijriah.

“Kalau kejadian ini dibiarkan, kan tidak elok. Maka dari itu kami peduli dan kepada mereka juga, maka dari itu kami lakukan razia dan diamankan agar dilakukan pembinaan,” pungkasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Ditpolairud Polda Jatim Ringkus Sindikat Penyelundupan Benih Lobster ke Luar Negeri

Sekadar diketahui, ketujuh pasangan haram itu diantaranya D dari Kesamben berpasangan dengan M dari Watudakon, Kesamben. Lalu S warga Keras, Diwek berpasangan dengan SN dari Mojotrisno, Mojoagung. SL dari Sumberagung, Perak berpasangan dengan MH asal Gresikan, Surabaya.

Kemudian S dari Grobogan, Mojowarno yang berpasangan dengan S dari Sedati Permai, Sidoarjo. AM dari Bronggalan, Surabaya berpasangan dengan S dari Samburan, Sooko, Mojokerto.
WW asal Glagah, Lamongan yang berpasangan dengan N dari Jiwan, Madiun, dan T dari Senden, Peterongan dengan pasangannya F asal Kepuhdoko, Tembelang, Kabupaten Jombang.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280