Angka Kekerasan Terhadap Anak di Probolinggo Masih Tinggi

Ilustrasi Kekerasan terhadap anak
Ilustrasi Kekerasan terhadap anak
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-PROBOLINGGO- Sepanjang 2021, angka kekerasan terhadap anak di Probolinggo Raya, Jawa Timur masih tinggi. Berdasarkan laporan yang diterima Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Probolinggo, ada 23 kasus.

Secara rinci, di Kabupaten Probolinggo pada 2020 ada 60 kasus. Namun pada 2021, sedikit turun menjadi 28 kasus kekerasan pada anak-anak.

Bacaan Lainnya

Menurut Sekretaris P2TP2A Kota Probolinggo, Gatot mengatakan, jumlah laporan kekerasan terhadap anak selama dua tahun terakhir hampir sama banyak. Pada 2020, ada 26 laporan dan tahun kemarin tercatat 23 laporan.

Berita Menarik Lainnya:  Nekat Curi HP, Pria Lontang-lantung Dipermak Massa

Kekerasan yang dialami korban beragam. Mulai dari kekerasan psikis hingga kekerasan seksual.

Rata-rata pelaku adalah yang dikenal korban, baik itu teman hingga tetangga. Kekerasan yang menimpa anak biasanya diketahui oleh pihak keluarga, karena melihat tingkah lakunya.

Korban Kekerasan Mesti Berani Melapor

“Jarang korban kekerasan anak yang mau terbuka terkait apa yang mereka alami. Rata-rata mereka tidak berani, karena pelakunya orang yang mereka kenal. Makanya, tidak semua korban kekerasan melapor pada kami,” ulasnya Jumat (18/02/2022).

Berita Menarik Lainnya:  Putra Kiai Tersangka Pencabulan Tak Kunjung Ditahan, Ratusan Warga Geruduk Polres dan DPRD Jombang

Lanjutnya, P2TP2A akan menangani laporan yang masuk dengan hati-hati. Demi kenyamanan, identitas korban dirahasiakan.

Selama pendampingan, P2TP2A akan didampingi psikolog agar korban bisa menceritakan apa yang dialami dengan tenang.

Hasil rekomendasi dari psikolog akan dijadikan acuan untuk penanganan selama pendampingan.

Terkait tindak hukumnya secara mediasi atau pidana diserahkan kepada pihak keluarga korban. Jika mereka ingin melanjutkan ke proses hukum, P2TP2A tetap siap mendampingi.

“Kami siap membantu korban sampai laporan selesai. Jika korban perlu untuk antarjemput saat ke rumah atau sekolah, tentu kami bantu. Identitas korban juga pasti kami jaga kerahasiaannya,” tambahnya.

Berita Menarik Lainnya:  Usai Viral ! Ini Reaksi Pemkot Kasus Guru SMPN 49 Tampar Murid

Sementara itu, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Kabupaten Probolinggo, Abdul Halim mengatakan, perlu ada satu kesepemahaman antar instansi, baik
pemerintah daerah, penegak hukum, lembaga pendidikan, maupun organisasi kemasyarakatan dalam menyikapi maraknya kasus asusila yang melibatkan anak.

“Upaya terus dilakukan, salah satunya melalui dialog talkshow sebagai upaya pencegahan, kami berharap ada kesepahaman bersama. Agar kasus kriminalitas yang melibatkan anak, dapat diminimalisir. Termasuk bagaimana mengedukasi anak-anak agar terhindar,” ujar Abdul Halim.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280