6 Pesilat Pelaku Pengeroyokan Saat Nonton Jaranan di Jombang Diamankan

Kasatreskrim
Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha saat ungkap kasus pengeroyokan
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Polres Jombang berhasil mengamankan 6 pesilat tersangka pelaku pengeroyokan. Aksi nekat terjadi setelah nonton pentas seni jaranan di Desa Ketapang Kuning, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Kamis (26/5/2022).

Sedikitnya ada 3 warga Jombang yang jadi korban pengeroyokan. Sementara keenam pelaku ; AQZ (15), MS (15), AGS (15), APA (14) warga Kecamatan Ngusikan, MMNW (14) warga Kecamatan Kudu, dan seorang dewasa Veriansyah Rifki Pratama (18) warga Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang dibekuk.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

“Saat ini kami berhasil mengungkap kasus pengeroyokan terhadap 2 korban saat selesai nonton pertunjukan jaranan. Mereka pelaku ini satu orang dewasa dan lima lainnya masih pelajar dan masih di bawah umur,” ujar Kasatreskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha, Jumat (27/5/2022).

Berita Menarik Lainnya:  2 Pelajar di Surabaya Jambret HP Cewek, Apes Digulung Polisi

Pakai Atribut Perguruan Silat Jadi Motif Pengeroyokan

Atribut
Barang bukti berupa Atribut Kaos Perguruan Silat di Kabupaten Jombang

AKP Giadi Nugraha menjelaskan bahwa, motif keenam pelaku nekat melakukan pengeroyokan dipicu sinis saat korban mengenakan atribut kaos perguruan silat lain. Polisi tidak mengungkap nama perguruan, hanya saja warnanya hitam.

Ads

“Pemicunya hanya baju, jadi korban mengenakan kaos warna hitam atau salah satu atribut kaos perguruan lainnya. Itu saja, kalau alasan lainnya hanya ingin menunjukkan eksistensi saja,” jelasnya di halaman Satreskrim Polres Jombang.

Sebelum pengeroyokan, Kasatreskrim menjelaskan sempat terjadi pembakaran kendaraan motor milik korban saat acara jaranan baru selesai. Usai terjadinya pembakaran, kemudian pelaku langsung keroyok korban hingga alami luka-luka.

Ketiga orang yang jadi korban diantaranya Adam Prasetyo (19), Bimo Prasetyo Saputra (17) warga Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang. Usai dikeroyok, lalu lari mengamankan diri, kedua korban langsung melapor ke Polisi.

Berita Menarik Lainnya:  Berkedok akan Mondok, Warga Asal Gresik Gondol Motor dan HP Pengasuh Ponpes

“Setelah acara jaranan itu selesai, ada informasi pembakaran kendaraan motor milik korban A. Kemudian terjadilah aksi pengeroyokan itu. Sehingga korban mengalami luka – luka dan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian di Mapolsek Ngusikan,” katanya.

“Proses hukumnya tetap kita lakukan sesuai undang-undang perlindungan anak. Penahanan kita lakukan juga, pendampingan juga ada sesuai aturan yang berlaku,” lanjut AKP Giadi Kasatreskrim Polres Jombang.

Pelaku Nekat Lakukan Pemukulan

Pelaku
Salah seorang dewasa, tersangka pelaku pengeroyokan

Veriansyah Rifki Pratama (18) salah satu pelaku menjelaskan alasan nekat melakukan pemukulan karena tidak terima ada warga perguruan lain mengenakan atribut di wilayah perguruannya.

“Ya (korban, red) pakai atribut di wilayah IKS,” tuturnya di depan awak media.

Berita Menarik Lainnya:  PK PMII Modern Lakukan Audiensi dengan PDAM Ngawi, Ada Apa?

Sementara saat disinggung apakah hal itu jadi aturan perguruan silatnya, ia mengaku tidak ada. “Tidak ada,” akunya sambil geleng-geleng kepala.

Dari aksi nekatnya hingga diamankan oleh pihak kepolisian, pelaku warga Desa Ketapang Kuning, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang ini mengaku sudah menyesal dengan kelakuannya.

“Menyesal banget, menyesal,” pungkasnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait