Kasatreskrim Sidoarjo Diduga Halangi Wartawan Saat Tugas, AJI Angkat Bicara

Indra Nur Jayanto wartawan JTV | Foto: Istimewa
Indra Nur Jayanto wartawan JTV | Foto: Istimewa
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Sidoarjo – Dugaan kaburnya tiga tahanan dari penjara Polsek Balongbendo hingga detik ini belum ada statemen resmi dari Polsek Balongbendo maupun Kapolresta Sidoarjo.

Hal ini membuat publik tanda tanya terkait kebenaran kabar dugaan kaburnya tiga tahanan tersebut.

Bacaan Lainnya

Ironisnya, seorang jurnalis televisi lokal Jawa Timur saat minta pernyataan Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro di sela mengamankan demo buruh di depan Grahadi, menjawab singkat.

Pasalnya, ada upaya Kasatreskrim AKP Oscar Stefanus Setja, menampik kamera yang sedang on tersebut. Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Oscar Stefanus Setja juga tidak menjawab.

Berita Menarik Lainnya:  Warga Malang Gugat Pra Peradilan Polresta Sidoarjo, Ini Penyebabnya

Kasatreskrim Oscar Stefanus Setja, terkesan menghalangi wartawan TV dari JTV yang hendak konfirmasi soal laporan dugaan kaburnya tiga tahanan ke Kapolresta Sidoarjo.

Namun AKP Oscar menurunkan tangan jurnalis yang memegang kamera agar tidak mengambil gambar video Kapolresta Sidoarjo (wawancara red).

“Saat itu kami ingin minta pernyataan Kapolresta terkait dugaan kaburnya tiga tahanan Polsek Balongbendo ke Kapolresta atau Kasatreskrim. Kasatreskrim mengirim foto lokasi sedang di Surabaya menjaga aksi unjuk rasa,” ujar Indra Nur Jayanto, wartawan.

Karena Kasat Reskrim mengirim lokasi posisinya, maka dia pun meluncur ke lokasi untuk meminta konfirmasi.

Usrok sapaan akrab Indra menambahkan, saat dia akan wawancara Kapolresta, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Kasatreskrim AKP Oscar, berusaha menghalangi.

Berita Menarik Lainnya:  Dua Wartawan di Surabaya Jadi Korban Perampasan dan Kekerasan Oknum Debt Collector

“Tangan menampik dua sampai tiga kali berusaha menghalang-halangi memegang tangan saya agar tidak mengambil gambar wawancara Kapolresta Sidoarjo,” ujarnya.

Terkait hasil konfirmasinya itu Kapolresta Sidoarjo Kombes Kusumo, sempat menjawab singkat.

“Tidak ada kok, tahanannya ada di Polresta,” kata Kombes Pol Kusumo menjawab.

Hanya saja dia menyesalkan sikap Kasatreskrim yang terkesan menghalang- halanginya untuk mendapatkan penjelasan dari Kapolresta Sidoarjo.

Mendengar itu, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Eben Haezer angkat bicara.

Dia menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh Kasatreskrim Polresta Sidoarjo yang berusaha menghalang-halangi kerja jurnalis televisi saat akan konfirmasi Kapolresta Sidoarjo tersebut.

Jika benar Kasatreskrim Sidoarjo melakukan itu, maka itu jelas melanggar pasal 4 dan pasal 18 Undang – undang Pokok Pers no 40 tahun 1999.

“Jurnalis itu meminta konfirmasi bukan di area privat. Dan juga jurnalis meminta statemen berada di ruang publik saat Kapolresta Sidoarjo mengawal aksi demo,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  2 Jenazah PMI Tenggelam di Selat Morong Dipulangkan ke Jember

Jika kemudian Kasatreskrim berusaha menyetop dan menghalang-halangi ambil gambar rekan wartawan, hal itu jelas sebagai upaya menghalang-halangi kebebasan pers dan kerja kerja jurnalistik.

Diberitakan sebelumnya, ketiga tahanan yang diduga kabur tersebut, berinisial DDA (29) warga Dusun Sumotuwo 23 / 03 Desa Sumokembangsri Kec. Balongbendo, yang terjerat perkara narkotika, AW (33) warga Dusun Penambangan 18 / 04 Desa Penambangan Kec. Balongbendo, yang terjerat perkara pencurian kawat dan kasusnya sudah P-21 tapi belum tahap 2.

Untuk tahanan ketiga adalah LNN (20) warga Desa Manufui Kec. Biboki Kab. Timor Tengah Utara Prov. NTT yang terlibat dalam kasus pengeroyokan, dan kasusnya masih proses penyidikan.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280