Kajati Jatim Jebloskan Eks Kepala Bank Jatim Cabang Jember ke Tahanan

Kepala Bank Jatim
Eks Kepala Bank Jatim Cabang Jember beserta 2 tersangka dari pihak swasta ditahan Kejati Jatim atas kredit fiktif
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA- Bank Jatim kembali kebobolan. Setelah Cabang Malang dan Sidoarjo, kali ini giliran Bank Jatim Cabang Jember yang kebobolan Rp4,7 miliar.

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim langsung menahan tersangka berinisial MIN (58), yang tak lain Kepala Bank Jatim Cabang Jember periode Maret 2015 – 17 April 2019.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

Tersangka korupsi Bank Jatim Cabang Jember lainnya adalah MY (53) selaku Direktur CV Mutiara Indah dan NS (59) selaku Komanditer CV Mutiara Indah Jember.

“Ketiga tersangka ditahan selama 20 hari ke depan di Cabang Rutan Kelas I Surabaya pada Kejati Jatim,” kata Kepala Kejati (Kajati) Jatim, Mia Amiati, Kamis 23 Juni 2022.

Adapun modus yang dilakukan para tersangka ialah modus kredit macet dan pembuatan keterangan palsu mengenai sebuah proyek pengerjaan destinasi wisata.

Mia menerangkan alur terjadinya kasus ini bermula pada 21 April 2015, N.S memerintahkan MY, selaku Direktur CV Mutiara Indah untuk mengajukan kredit/pinjaman modal kerja dengan pola Keppres kepada Bank Jatim Cabang Jember sebesar Rp6.000.000.000 dengan memakai CV Mutiara Indah.

Selanjutnya, NS dan MY kemudian bertemu dengan analis bank. Analis menjelaskan mengenai syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pengajuan kredit modal kerja pola Keppres diantaranya kontrak pekerjaan yang menjadi jaminan pinjaman, dan cessie pembayaran pekerjaan.

Berita Menarik Lainnya:  Capek Buron, Akhirnya Pembacok Yolanda Serahkan Diri

Setelah pertemuan itu, NS melengkapi dokumen atau surat-surat sebagai persyaratan mengajukan pinjaman.

Guna memperlancar proses pengajuan pinjaman, NS dan MY membuat dokumen cessie pembayaran pekerjaan dan kontrak pekerjaan proyek yang tidak ada (proyek bodong) yaitu revitalisasi dan destinasi wisata siap kunjung taman air gua sunyaragi dengan harga borongan Rp9.309.000.000.

Selanjutnya Bank Jatim Cabang Jember menerima kelengkapan berkas permohonan kredit dari CV Mutiara Indah sejumlah Rp6 miliar, lalu MIS selaku pimpinan cabang Jember mendisposisi kepada OH selaku penyelia agar kredit diproses sesuai ketentuan, dan ditindaklanjuti oleh OH dengan memerintahkan kepada WP dan ASR selaku analis untuk berkoordinasi dengan kantor pusat karena nilai plafon itu merupakan kewenangan dari kantor pusat.

Ads

Sesuai aturan internal di Bank Jatim, untuk pelaksanaan OTS dengan nilai plafond pinjaman Rp2,5 miliar dilaksanakan oleh pimpinan cabang, penyelia, dan analis.

“Namun demikian MIN tidak mengikutsertakan penyelia dalam pelaksanaan OTS, dan memerintahkan kepada bagian umum untuk membuat surat perjalanan dinas kepada pimpinan cabang dan analis untuk melaksanakan kegiatan OTS di lokasi pada tanggal 28 April 2015. Pada tanggal 28 April 2015 MIN dan MY melaksanakan OTS ke lokasi. Dalam pelaksanaannya MIN dan MY tidak melaksanakan OTS sebagaimana mestinya,” terang Mia.

Berita Menarik Lainnya:  AKBP Andi Sinjaya dan Lemdik Polri Gelar Vaksinasi dan Bagi Sembako

Setelah pelaksanaan OTS, analis kemudian menuangkan analis kredit berupa penilaian proyek dengan pembiayaan kredit pola keppres tanggal 07 Mei 2015 dengan kesimpulan dapat disetujui dengan struktur kredit dan persyaratan yang disetujui penyelia dan pimpinan cabang.

Pada 11 Mei 2015 Bank menerbitkan surat pemberitahuan persetujuan kredit yang ditujukan kepada CV Mutiara Indah, yang pada pokoknya setuju memberikan kredit kepada CV Mutiara Indah sejumlah Rp2,5 miliar.

Terhadap uang yang diterima oleh CV Mutiara Indah itu, oleh MY dikirim ke rekeningnya NS dan oleh NS tidak digunakan sesuai tujuan penggunaan uang dalam perjanjian kredit namun oleh NS uang sejumlah Rp1.738.800.000 dikirimkan untuk biaya pendirian PT Nanisda Intra Nusa dan sejumlah Rp50.000.000 diberikan kepada MY sebagai fee pinjaman CV Mutiara Indah.

Kemudian pada 14 Mei 2015, CV Mutiara Indah cq MY mengajukan permohonan penambahan plafond yang semula Rp2,5 miliar menjadi Rp6 miliar Bank Jatim Cabang Jember.

Pada 26 Mei 2015 Bank Cabang Jember meneruskan permohonan penambahan plafond kredit dari CV Mutiara Indah ke Divisi Kredit Korporasi Bank Kantor Pusat.

Setelah pelaksanaan OTS, oleh SY dan BP menuangkan dalam dalam dokumen Penilaian Permohonan Penambahan Plafond KMK Pola Keppres CV Mutiara Indah dan Nota dari Divisi Resiko Kredit untuk dimintakan persetujuan kredit dan kemudian disetujui oleh Pim Sub Divisi dan Pim Divisi KMK.

Berita Menarik Lainnya:  Strategi Mendapat Ketenangan dengan Berzikir

Kemudian pada 07 Agustus 2015 Bank Kantor Pusat mengirimkan surat tanggal 07 Agustus 2015 perihal Persetujuan Permohonan Penambahan Plafond Kredit Modal Kerja Kepres an. CV Mutiara Indah yang semula Rp2,2 Miliar menjadi seluruhnya menjadi Rp4,7 Miliar.

“Bahwa sampai dengan jangka waktu pinjaman berakhir, CV Mutiara Indah tidak pernah mengangsur/ membayar untuk melunasi pinjaman sejumlah Rp4,7 Miliar beserta bunga pinjaman dan dinyatakan macet serta sampai saat proses penyidikan ini, CV Mutiara Indah tidak pernah mengangsur/melunasi pinjaman ke Bank Jatim,” sambung Mia.

Mia menegaskan bahwa pemberian kredit modal kerja pola keppres merupakan perbuatan melanggar hukum karena pemberian kredit tersebut tidak sesuai dengan prosedur dan melanggar ketentuan.

Akibat dari pemberian kredit yang tidak sesuai dengan prosedur di atas, telah merugikan keuangan negara sejumlah kurang lebih Rp4,7 miliar.

“Para tersangka disangkakan dengan pasal 2 ayat 1,pasal 3 Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 butir ke-1 KUHP,” pungkasnya.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

Pos terkait