Hamili Anak di Bawah Umur, Pria asal Mojowarno Divonis Penjara 14 Tahun

Tampak proses sidang tuntutan terhadap tersangka pencabulan anak dibawah umur asal Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Selasa (14/12/2021) | Foto: Fa'iz
Tampak proses sidang tuntutan terhadap tersangka pencabulan anak dibawah umur asal Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Selasa (14/12/2021) | Foto: Fa'iz
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Jombang – M. Arbai, asal Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, diganjar hukuman penjara selama 14 tahun akibat perbuatannya menghamili anak di bawah umur, tetangganya sendiri.

Hukuman penjara terhadap Arbai ini, terungkap dalam sidang dengan agenda putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Jombang, yang digelar virtual, Selasa (14/12/2021), pukul 13.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Terdakwa mengikuti sidang dari tempatnya di penjara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Kelas II Jombang, sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengikuti persidangan di kantor Kejaksaan Negeri Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim.

Berita Menarik Lainnya:  Ini Paparan Bupati, Membuka Ranwal-RKPD Jombang 2023 Ini

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jombang, Achmad Jaya menjelaskan, majelis hakim telah membacakan vonis terhadap Arbai. Terdakwa dinyatakan secara sah dan meyakinkan telah melakukan pelecehan seksual kepada anak di bawah umur hingga hamil.

“Iyaa…dalam amar putusannya buruh pabrik kayu ini divonis 14 tahun penjara,” jelasnya.

“Vonis lebih tinggi dari tuntutan kami,” imbuhnya, kepada awak media, Selasa (14/12/2021) siang.

Atas putusan majelis hakim tersebut terdakwa Arbai, apakah banding atau menerima ? Dia menyatakan masih pikir – pikir. Pun juga dengan pihak JPU.

Berita Menarik Lainnya:  Oknum Petugas Pelabuhan Gayam Sapudi Sumenep Pukul dan Ancam Bunuh Wartawan

“Kita masih pikir-pikir,” jelasnya saat ditemui awak media di Kantor Kejaksaan Negeri Jombang.

Pasca sidang digelar, pejabat Humas Pengadilan Negeri Jombang, Muhammad Riduansyah menyatakan, dalam vonis majelis hakim itu, terdakwa juga dikenakan tambahan pidana denda.

“Denda sebesar 60 juta rupiah dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka harus diganti dengan dana pidana penjara selama 6 bulan,” jelasnya.

“Jadi masa hukumannya itu dari yang selama ini dijalani dikurangi seluruhnya dengan vonis yang dijatuhkan,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, sebut saja Mawar, yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) oleh Arbai (terpidana,red) dengan iming – iming uang 100-200 ribu. Korban kala itu tidak mengerti apa – apa kemudian diajak masuk rumah pelaku (kini terpidana,red).

Berita Menarik Lainnya:  Lepas dari Pengawasan, Pria Berkebutuhan Khusus di Jombang Tewas di Sungai

Di rumah inilah, korban dipaksa melayani nafsu bejat pelaku, hubungan laiknya suami istri.

Terbongkarnya kasus itu setelah beberapa waktu berjalan dari April – Juni 2021, korban mengeluh sakit dan tidak enak badan.

Korban pun dilarikan ke Puskesmas setempat dan dilakukan pemeriksaan. Dari situlah, korban diketahui hamil oleh keluarganya.

Kasus asusila itu mencuat pada Juli 2021. Korban yang masih kelas 6 SD telah berbadan dua.

Kasusnya pun langsung dilaporkan ke pihak kepolisian setempat. Tim Reskrim Polres Jombang yang menerima laporan itu langsung melakukan penangkapan kepada pelaku.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280