Hakim PN Sidoarjo: Kenapa Penganiaya Anak Kandung Tidak Ditahan ?

Alinda (kiri) temani DR (kanan) Korban kekerasan oleh Ayah Kandung setelah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Sidoarjo | Foto: Muhaimin
Alinda (kiri) temani DR (kanan) Korban kekerasan oleh Ayah Kandung setelah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Sidoarjo | Foto: Muhaimin
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SIDOARJO – Majelis Hakim yang menyidangkan perkara penganiayaan terhadap anak kandung sendiri, mempertanyakan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sidoarjo kenapa terdakwa tidak ditahan.

Joedi Prajitno, menggantikan sementara Hakim Ketua Eni Sri Rahayu karena sakit bersama Hakim Anggota, Syamsudin La Hasan, menanyakan hal itu di dalam persidangan.

Bacaan Lainnya

Dalam kasus ini, terdakwa adalah Tamyizul (35). Dia dijerat pidana karena menganiaya DR- anak kandung sendiri yang masih di bawah umur, berusia 9 tahun.

“Kenapa terdakwa tidak ditahan?” tanya Majelis Hakim kepada pelaku dan JPU Kejari Sidoarjo, seperti yang ditirukan Alinda – ibu korban usai mengikuti sidang.

Atas pertanyaan itu, baik terdakwa maupun JPU hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Majelis Hakim

Alinda memberi kesaksian dalam sidang itu, di saat Hakim melanjutkan sidang dengan agenda pembacaan dakwaan, Majelis Hakim menegaskan bahwa Ketua Majelis Hakim sedang berhalangan karena sakit, oleh karenanya sidang dipimpin Hakim Ketua Pengganti.

Berita Menarik Lainnya:  Anggap Sosok yang Mumpuni, Komunitas Ibu-ibu Senam Dukung Gus Muhaimin Jadi Presiden

Dari sini, pihak terdakwa yang ada di kursi pesakitan, Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Rabu (29/12/2021), meminta agar sidang ditunda hingga Hakim Ketua, Eni Sri Rahayu sembuh dan bisa memimpin sidang kembali.

“Karena terdakwa tetap menginginkan sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Eni Sri Rahayu maka sidang dilaksanakan pada 12 Januari 2022,” tutup Majelis Hakim

Korban Trauma Berat

Sementara itu DR korban kekerasan Ayah kandung ini ketakutan saat masuk ke ruang sidang.

DR menangis dan tak mau lepas dari pelukan Ibu kandungnya, Alinda.

“Anak saya ketakutan ketika melihat Mantan suami saya -ayah kandungnya- karena menyiksa DR. Saya sempat tanya ke anak saya kenapa kok syok, menangis dan memeluk saya ? Dia jawab, ‘Takut Ma.., Aku takut lihat dia (terdakwa red). Itu kata anak saya,” ungkap Alinda usai sidang di Pengadilan Negeri Sidoarjo.

Berita Menarik Lainnya:  Polrestabes Surabaya Ungkap Kasus Pengembangan Kelompok Jaringan Narkoba, Door! Satu Tersangka

Alinda, menjelaskan anaknya usai sidang masih syok. Terdiam saat diajak bicara dan matanya berkaca – kaca ketakutan.

“Liat anak saya, coba rekan jurnalis liat, tanya saja dia. Hanya diam saja dari tadi seperti teman liat sendiri,” tutur Alinda sedih.

Sidang selanjutnya, Alinda akan berkoordinasi dengan pengacara agar korban tidak sampai dipertemukan dengan terdakwa.

“Saya meminta Hakim Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Sidoarjo agar anak saya jangan dipertemukan dengan terdakwa. Anak saya syok dan ketakutan,” ujarnya.

“Saya sudah menunggu beberapa bulan terkait perkembangan kasus anak saya ini, saya juga ungkapkan rasa terima kasih terhadap rekan jurnalis yang membantu memberitakan kasus anak saya ini sehingga pihak Polresta Sidoarjo meneruskan kasus ini hingga sampai ke persidangan. Semoga keadilan untuk anak saya ini kami dapatkan, dan dia (terdakwa) menerima hukuman yang setimpal,” imbuhnya lagi.

Alinda juga menyesalkan kenapa terdakwa tidak ditahan dalam perkara ini. Padahal sangat membahayakan psikis korban.

Berita Menarik Lainnya:  Tak Terbukti Tabrak Pemotor, Sopir Truk asal Gempol Divonis Bebas

“Anak saya yang jelas syok dan ketakutan. Seharusnya ada keadilan kepada kami. Kami harap pelaku ditahan,” tegas Alinda

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Umum, Kejari Sidoarjo Gatot Hariono mengakui terdakwa tidak ditahan. Hal itu karena kasus ini ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara.

“Kita dapat dari penyidik Polresta menetapkan terdakwa melanggar pasal 40 berupa kekerasan terhadap anak, Tidak dapat ditahan karena ancaman di bawah 5 tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo menegaskan kasus yang menimpa DR dengan pelaku ayah kandung (Tamyiz) tidak dirilis ke media karena kasus kategori anak.

“Merujuk pasal 97 juncto pasal 19 ayat 1 Undang – undang RI No. 11 tahun 2012 tentang sistem Peradilan Anak. Tidak dapat ditahan ancaman di bawah 5 tahun. Karena kategori anak, kasus ini tidak kami lakukan rilis ke rekan media. Merujuk pada ketentuan pasal 97 Jo 19 ayat 1 UURI No. 11 tahun 2012 ttg Sistem Peradilan Anak,” tegas Oscar, beberapa waktu lalu.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280