Dua Tahun Jadi Daftar DPO, Akhirnya Pembunuhan Di Lakarsantri Tewas Di Tempat

Tersangka RP
Silahkan Share ke :

Surabaya, beritabangsa.com – Setelah dua tahun menjadi daftar DPO, tersangka atas nama Riandi Prasetiawan RP (36) akhirnya tewas ditembak petugas dalam kasus pembunuhan terhadap pemilik warkop di kawasan Lakarsantri, Surabaya.

RP tewas akibat melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan di jalan Kalibokor oleh anggota Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Pelaku pembunuhan ini diketahui sudah di buru sejak 2017 lalu.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Suami Cabut Laporan Kasus Persalinan di RSUD Jombang, Apa Langkah Polisi ?
banner 1920x1080

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan saat tim melakukan penangkapan di kawasan Jalan Kalibokor, pelaku mencoba melarikan diri dan melawan. Akibat upaya perlawanan itu, RP terpaksa mendapatkan tindakan diskresi oleh petugas.

“Diketahui bahwa yang bersangkutan sedang melintas di Jalan Kalibokor kemudian dilaksanakan penghadangan oleh anggota namun yang bersangkutan mencoba melawan petugas akhirnya dilumpuhkan dan meninggal dunia,” kata Sandi saat sedang melaksanakan konferensi pers di kamar mayat RSUD. Soetomo, Jum’at (27/12/2019).

Tersangka RP

Diketahui, RP (36) bersama dua tersangka lainnya MR (33), AW (34) terjerat kasus pasal 365 dalam kasus tindakan pencurian dengan kekerasan hingga menyebabkan nyawa melayang pada September 2017 lalu. Pembunuhan itu dilakukan terhadap korban berinisial SW (55) yang tengah menjaga warung di kawasan Lakarsantri.

Berita Menarik Lainnya:  SMPN 5 Sidoarjo Dibobol Maling, Kerugian Puluhan Juta

Selama dua pekan aparat kepolisian melakukan penyelidikan, MR dan AW berhasil diringkus. Namun, RP tak kunjung ditemukan dan ditetapkan sebagai DPO.

RP, lanjut Sandi tidak hanya melakukan tindakan kriminal sekali saja, namun RP pernah terkena tindak pidana dalam kasus perkara sajam penyalahugunaan narkotika,

“Selain tersangka ini terlibat pada LP pada tanggal 30 Agustus di Lakarsantri yang bersangkutan juga pernah ditangani karena melakukan tindak pidana perkara sajam di Polsek Gubeng 2016 dan narkoba di Simokerto,” lanjut Sandi

Berita Menarik Lainnya:  Tahanan Pelaku Curat Gantung Diri di Ruang Penyidik Polsek Tambaksari

Tersangka RP juga pernah diduga melakukan tindakan kriminal dengan membuat identitas palsu pada Juli 2018 di Jakarta, tersangka ditangakap dan divonis 10 bulan penjara di Polsek Senen Jakarta

“Dia menggunakan nama lain, nama samaran melaksanakan kegiatan 365 di Jakarta dan sudah ditangkap dan divonis di 2018 dengan penjara 10 bulan, yang bersangkutan menggunakan naman lain yaitu Selamet Handoyo,” imbuh Sandi. (AW)

Barang bukti hasil pencurian yang dibawa kabur tersangka RP
banner 600x310

Pos terkait