CV Duta Pasir Dituntut Warga Kamar Kajang Biang Penyebab Bencana

Warga Dusun Kamar Kajang saat mendatangi Kantor Bupati Lumajang
Warga Dusun Kamar Kajang saat mendatangi Kantor Bupati Lumajang
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM– LUMAJANG – Akibat musibah yang menenggelamkan ratusan rumah di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, sejumlah warga menuntut CV Duta Pasir Semeru sebagai biangnya.

Hal ini sudah sempat disampaikan kepada wakil rakyat di kantor DPRD Kabupaten Lumajang beberapa waktu lalu, namun itu masih akan dilakukan sejumlah kajian oleh DPRD Kabupaten Lumajang.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Perayaan Tahun Baru Imlek 2022 di Klenteng Jombang Sepi
banner 1920x1080

Koordinator aksi warga Dusun Kamar Kajang, Nur Kholis, kepada media ini menyampaikan kalau pihaknya kali ini diundang Bupati Lumajang untuk membicarakan persoalan pertambangan yang ada di area Dusun Kamar Kajang.

“Namun Bupati tidak menemui kami, karena ada acara di luar kantor, kami akan menunggunya,” ujarnya.

Nur Kholis menjelaskan kalau warga Dusun Kamar Kajang tidak mau ditemui oleh pejabat selain Bupati.

“Kami tidak mau kalau Asisten yang menemui kami, sebab itu tidak akan tuntas, masih akan disampaikan ke pimpinan lagi terlalu panjang,” ungkapnya lagi.

Berita Menarik Lainnya:  Satu Diantara Enam Tersangka Penyalahgunakan Narkotika, Dikirim ke Liang Lahat

Tujuan dari warga Dusun Kamar Kajang, dikatakan Nur Kholis, hanya menuntut kepada CV Duta Pasir Semeru yang telah menjadi penyebab dari bencana tenggelamnya rumah-rumah warga Dusun Kamar Kajang.

“Bangunan tanggul yang melintang di aliran sungai itulah yang menyebabkan air tidak bisa lancar, akhirnya berbelok ke pemukiman warga,” bebernya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Oktaviani, menerangkan kalau kajian hukumnya sudah hampir final.

“Sebentar lagi berkas-berkas akan dilimpahkan ke pusat untuk dikaji lebih dalam dan langkah-langkah apa yang harus diambil oleh pemerintah pusat berkaitan dengan penyebab bencana yang menimpah Kampung Renteng dan Kamar Kajang,” paparnya.

Berita Menarik Lainnya:  Ketua PCNU Bondowoso Raih Penghargaan dari Polda Jatim

Dan adanya pembangunan tanggul itu, kata politisi Gerindra ini, kalau awalnya dulu memang sudah ada, namun sudah rusak, dan pemerintah meminta kepada warga sekitar untuk memperbaiki tanggul yang rusak tersebut. Karena banyak yang tidak mempedulikan, akhirnya salah satu penambang di sekitar lokasi tersebut, ada yang siap memperbaikinya.

“Ya ayah saya (H Satuhan), akhirnya memperbaikinya karena yang lain tidak memperbaikinya, itulah awalnya, bukan ayah saya tiba-tiba membangun,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait