Berantas Mafia Aturan ODOL, Gerakan Sopir Truk Gelar Aksi di Mojoagung Jombang

Tampak sejumlah komunitas driver saat gelar aksi di Jalan Raya Ring Road Mojoagung, Jombang (foto: Fa'iz)
Tampak sejumlah komunitas driver saat gelar aksi di Jalan Raya Ring Road Mojoagung, Jombang (foto: Fa'iz)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG- Kondisi arus lalulintas di Jalan Raya Mojoagung Jombang terpantau cukup padat pada Rabu (9/3/2022) pagi menjelang siang hari. Sepanjang jalan sekitar 1 kilometer di ring road atau Bypass Mojoagung Jombang terpantau penuh dengan kendaraan truk yang berjejer parkir di bahu jalan.

Kondisi ini, sejumlah driver atau pengemudi kendaraan truk yang melintas di jalan setempat turut serta dalam aksi berantas mafia srut dan aturan Over Dimension and Over Loading (ODOL). Sehingga arus lalu lintas setempat terpantau cukup padat dan cenderung sedikit alami kemacetan.

Bacaan Lainnya

Koordinator aksi dari komunitas Jombang Siaga Nusantara, Ahmad Gofur mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan untuk membongkar mafia peraturan yang tercantum dalam revisi Undang-undang (UU) nomor 22 tahun 2009 tentang jaminan muatan.

“Iya benar, kawan-kawan driver Jombang Nusantara gelar aksi jilid 2. Aksi ini melanjutkan aksi besar-besaran jilid pertama yang kami datang dan digelar langsung di Surabaya bulan lalu,” ujarnya kepada sejumlah wartawan di lokasi aksi.

Menurut Gofur, adanya aksi jilid 2 setelah diketahui hasil aksi yang jilid pertama masih ngambang atau belum dapat kejelasan yang pasa sesuai harapan sejumlah para driver. Kini digelar kembali aksi dengan tema driver mogok kerja bersama. Waktu yang ditentukan dalam mogok kerja tersebut terhitung 2 hari, terhitung 9- 10 Maret 2022.

Berita Menarik Lainnya:  Melihat Kesiapan Bupati Jombang, Mendukung Percepatan Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah

“Aksi Moker (mogok kerja) ini insyaallah 2 kali 24 jam. Akan tetapi untuk hari ini sebagian perwakilan driver di Jombang ini, diundang ke kantor Gubernur Jawa timur di Surabaya. Yang katanya nanti akan ditemui langsung oleh Wakil Gubernur Jatim (Emil Dardak),” jelasnya saat ditemui di sela-sela aksi berlangsung.

Tak sekadar mogok kerja saja dalam aksi dimaksud, rupanya juga sejumlah driver ini memberikan ratusan poster bertuliskan bongkar mafia peraturan ODOL dalam aksi Moker tersebut. Poster dimaksud dibagikan secara langsung terhadap driver truk yang hendak melintas di jalan raya setempat.

“Iya kami juga bagi-bagi kan beberapa poster ini ke semua driver truk yang melintas. Agar mereka yang masih belum paham, bisa paham dan bergabung atau bersolidaritas dalam aksi ini. Jadi kami tuntut keadilan penindakan di jalan, biaya normalisasi kendaraan. Kami bongkar mafia srut dan ODOL tersebut,” katanya.

Ads

Lanjut pria berusia 41 tahun ini, berupaya agar harapan dari sejumlah tuntutannya berhasil. Karena dengan adanya aturan tersebut, membuat sejumlah driver merasa resah dan sangat keberatan.

Berita Menarik Lainnya:  Kapolda Jatim Resmikan Gedung Satyawida

“Kami harap tuntutan kami diterima dan membuahkan hasil apa yang diharapkan oleh para driver ini. Bersatulah Sopir Nusantara, sampai jumpa di perjalanan suci revolusi,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Beritabangsa.com di lokasi, aksi dimaksud berawal dari pertemuan sejumlah driver bertempat di jalan raya ring road Mojoagung Jombang. Kemudian dilanjutkan dengan orasi aturan ODOL di bahu jalan setempat.

Sejumlah driver yang tergabung di daerah Jombang ini, berbagi tugas. Mulai dari ada yang berorasi, memegang banner yang berisikan kritikan, memberikan poster ke sejumlah kendaraan, hingga aksi pemberhentian sopir kendaraan truk yang melintas.

Ads

Sejumlah kendaraan truk dari yang bermuatan atau tidaknya terpantau dihadang untuk gelar solidaritas sopir di jalan setempat. Kendati cuaca panas cukup membakar badan para driver yang gelar aksi ini, tidak membuat patah semangat dalam menuntut keadilan peraturan ODOL itu.

Di pertigaan jalan raya Ringroad Mojoagung, terpantau ditutup bagi kendaraan truk yang melintas. Sejumlah kendaraan truk hendak melakukan perjalanan dari arah Jombang – Mojokerto ini, dialihkan untuk melintas di Jalan Raya Ringroad. Di sana, diminta untuk berhenti dan gelar aksi bersama.

Sepanjang jalan raya ini mendadak jadi tempat parkir kendaraan truk. Warna warni kendaraan truk yang melintas, melaju dengan pelan-pelan dan berhenti di bahu jalan. Tidak jarang terpantau kendaraan lain juga melaju dengan pelan dan mendokumentasikan aksi tersebut dengan handphone yang digenggam.

Berita Menarik Lainnya:  Ini Dukungan MarkPlus Pada Dua Bupati, Siapa Saja

Salah satu driver truk dari Yogyakarta yang diberhentikan secara tiba-tiba di jalan setempat, Arif (31) mengatakan bahwa turut menghormati pemberhentian tersebut. Karena menurutnya, juga ingin bersolidaritas menyuarakan sejumlah harapan dari seluruh driver kendaraan truk di Indonesia.

“Respon saya menghormati Pak, karena kami sama-sama supir dan sama-sama tidak setuju dengan aturan yang dituntut ini. Jadi saya juga turut memperjuangkan mogok kerja sopir logistik ini, makanya langsung menepi tadi saat diminta untuk berhenti,” jelasnya saat diwawancarai.

Menurutnya pihaknya hendak melakukan perjalanan ke Pasuruan. Akan tetapi tidak untuk melakukan pengambilan barang, melainkan hanya pengosongan saja. Karena juragan dari perusahaannya memahami akan ada aksi driver, sehingga sejumlah sopirnya diliburkan selama 2 hari.

“Gak ngirim Mas, karena dari perusahaan libur hari ini. Dua hari liburnya sampai besok, dari perusahaan sendiri,” imbuhnya memungkasi.

Aksi sejumlah driver tersebut terpantau dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Hingga pukul 10.30 WIB, aksi solidaritas sopir truk terpantau masih berlangsung. Sejumlah kepolisian dari Polsek Mojoagung Jombang juga hadir untuk menjawab keamanan dan ketertiban Kamtibmas di sepanjang jalan rasa setempat.

banner 1024x730

Pos terkait

banner 800x800