Awasi Kebocoran Anggaran Perumda, Gus Muhdlor Gandeng KAD Anti Korupsi

Awasi Kebocoran Anggaran Perusda, Gus Muhdlor Gandeng KAD Anti Korupsi
Penandatanganan Nota Kesepahaman Pencegahan Korupsi antara Dirut Perumda Delta Tirta Dwi Hary Soeryadi dengan Komite Advokasi Daerah Anti Korupsi Jatim, Reswanda

BERITABANGSA.COM– SIDOARJO- Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) terus berupaya mencegah kebocoran anggaran daerah. Hal ini dibuktikan dengan digandengnya Komite Advokasi Daerah Anti Korupsi (KAD) Jawa Timur untuk ikut mengawasi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) berplat merah milik Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Salah satunya adalah Perumda Delta Tirta. Perumda urusan air minum yang pernah bermasalah urusan hukum itu mulai sekarang pengawasannya melibatkan KAD Anti Korupsi Jatim. KAD merupakan komite di bawah naungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Kerjasama dalam upaya pencegahan korupsi di lingkungan Perumda Delta Tirta dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani KAD Anti Korupsi Jatim Reswanda dengan Direktur Utama Perumda Delta Tirta Dwi Hary Soeryadi. Kerjasama tersebut ditandatangani pada hari Senin, (28/03/2022) di Kantor Perumda Delta Tirta.

Berita Menarik Lainnya:  Timsus Polrestabes Surabaya Ungkap Oknum Jasa Marga Pesan Ganja Via Online        

“Kerjasama ini merupakan komitmen kami dalam upaya pencegahan korupsi di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Pengawasan internal lewat APIP (Aparat Pengawasan Internal Pemerintah) juga kita perkuat untuk mencegah kebocoran APBD,” tegas Gus Muhdlor, Rabu (30/03/2022) di Pendapa Delta Wibawa.

Kerjasama dengan KAD anti korupsi, kata Gus Muhdlor tidak berhenti pada Perumda Delta Tirta saja, lembaga berplat merah lainnya juga akan dilihat perkembangannya seperti pengelolaan semisal PD Aneka Usaha.

Berita Menarik Lainnya:  Performa Website Handal dengan Web Server Terbaik

“Kedua usaha milik pemkab itu kita dorong mewujudkan good corporate governance. Pelibatan komite advokasi anti korupsi dalam mengawal perusahaan daerah merupakan semangat bersama dalam mencegah kebocoran anggaran,” ujarnya.

Sementara itu, di tempat terpisah Direktur Pelayanan Fatihul Faizun menyampaikan, ruang lingkup kerjasama dengan KAD Anti Korupsi itu mencakup pembangunan manajemen bisnis yang berintegritas, membentuk Anti Corruption Working Group (ACWG) dan gencar melakukan sosialisasi dan kampanye anti korupsi.

Pada pengembangan sektor bisnis akan dilakukan pembinaan dan pengembangan sistem pencegahan korupsi, implementasi buku panduan pencegahan korupsi, peningkatan kesadaran dan budaya anti korupsi.

“Setiap penyelenggaraan kegiatan pembangunan bisnis berintegritas yang dilakukan itu tidak diperbolehkan untuk tujuan komersial atau mencari keuntungan, itu point utama dalam pengawasan dan pencegahan disektor pembangunan bisnis Perumda Delta Tirta berintegritas yang termuat di pasal 3 dalam nota kesepahaman,” terang Faizun.

Berita Menarik Lainnya:  SIWO PWI Jatim Pastikan Selangkah Menuju Semifinal

Selain itu, lanjut Faizun, dalam pasal 4 yang di dalamnya dibentuk ACWG kegiatannya nanti meliputi pembahasan isu-isu strategis bisnis berkaitan hambatan bisnis terkait tindakan koruptif seperti menghambat perizinan, suap menyuap, pungutan liar, gratifikasi, pemerasan serta kecurangan pada pengadaan barang dan jasa.

“ACWG menjadi forum dialog dalam pemecahan masalah secara partisipatif dan kolaboratif. Kemudian membuat rekomendasi dan tindak lanjut, dan menyampaikan rencana tindak lanjut kepada Bupati dan membahasnya langsung dengan KPK untuk dilakukan Oversight atas rencana aksi pencegahan,” jelas Faizun.

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *