Tukang Servis Jam Pilih Bertahan di Masa Pandemi

Tukang Servis Jam Muhammad Tamin 51 Tahun saat Memperbaiki Jam Tangan di standnya | Foto: Yuliono
Tukang Servis Jam Muhammad Tamin 51 Tahun saat Memperbaiki Jam Tangan di standnya | Foto: Yuliono
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-PROBOLINGGO – Pandemi Covid-19 benar – benar menghantam semua relung ekonomi masyarakat. Tak terkecuali para pedagang kaki lima jam tangan. Selama pandemi, omzet drastis menurun.

Ads

Sepi pembeli membuat sejumlah PKL jam tangan di kawasan Kota Probolinggo, nyaris tak bernafas.

Bacaan Lainnya

Namun, mereka memilih tetap bertahan daripada kehilangan pendapatan sama sekali dengan menutup usaha, mereka memilih menggeser ke layanan service perbaikan jam tangan.

Muhammad Tamin (51) semisal. Pedagang jam tangan kelas kaki lima ini mengaku beralih ke layanan servis jam karena pandemi yang tak kunjung berakhir.

Dia memiliki keahlian servis atau pembetulan jam tangan dari pengalaman selama mudanya.

Pria dengan tiga anak ini mulai berdagang jam tangan sejak 1988 dan bertahan hingga kini 2021.

“Dulu saya jualan di dalam Pasar Gotong – royong. Sejak kebakaran pasar saya pindah di samping gerbang Pasar,” ujarnya.

Sejak lama dia berdagang jam tangan. Namun baru 2021 ini sejak pasar jam tangan sepi layanan servis dia buka kembali dari jam 09.00-12.00 WIB.

Namun, meski beralih menjadi servis perbaikan jam tangan juga masih sepi. Dalam sehari hanya dua orang pelanggan datang membetulkan jam tangan.

Bahkan ada beberapa hari yang nihil sama sekali tidak ada pelanggan.

“Namun saya tetap memilih bertahan. Biarpun sepi saya syukuri saja karena keahlian saya cuma tukang servis jam,” akunya.

Muhammad Tamin adalah satu dari sekian pedagang kaki lima yang terhempas pandemi Covid-19. Bahkan satu dari sekian banyak usaha yang nyaris gulung tikar dan banting setir ke bidang lain.

Pandemi Covid-19 terbukti menjadi “hantu” yang sangat mengerikan, baik bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan sosial politik.

Pos terkait

banner 768x1152