Tahun 2020 Sekda Bondowoso Anggarkan FKN Rp 350 Juta

Silahkan Share ke :

Bondowoso, Beritabangsa.com – Festival Kopi Nusantara (FKN) Tahun 2020 akan dianggarkan sekitar Rp 350 juta oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso (Sekda Bondowoso), Syaifullah.

Jadi untuk Festival Kopi Tahun 2020 dianggarkan sekitar Rp 350 juta,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (4/12/2019).

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Menurutnya, sebenarnya ada permintaan agar FKN dipindahkan posnya ke Diskoperindag.

Berita Menarik Lainnya:  Dana Legislatif Dipangkas, Ra Nasih Pertanyakan Keseriusan Pemprov Jatim Tanggulangi Covid-19

Saya panggil keduanya (Dispertan dan Diskop). Agar diperjelas dulu filosofi festival itu sebenarnya apa,” jelasnya.

Jika kata dia, goal festival ini promosi kopi, maka ada di Diskoperindag. Jika FKN ini untuk penguatan kopi di petani hingga hilir, maka itu ada di Dinas Pertanian.

Ternyata filosofinya itu, lanjut dia, adalah penguatan kopi dari hulu ke hilir. Maka ada di pertanian, karena tidak lagi promosi tapi petani itu yang akan difestivalkan atau ditonjolkan.

Ini menguatkan melalui kekuatan besar, tentang perkopian. Anggarannya ada di Dinas Pertanian Rp 350 juta, kalau tidak salah,” sambungnya.

Berita Menarik Lainnya:  Sekda Bondowoso: Distributor Pupuk yang Jual Melebihi HET Akan Kami Tutup

Diakuinya juga, bahwa kopi Bondowoso pernah juara 1 tingkat nasioanal, ikon-nya cukup kuat. Tapi tidak diberi pondasi yang kuat.

Berbicara kopi kata dia, itu ada tiga komponen yang harus diperhatikan. Pertama, kopi ini harus menjadi minuman masyarakat Bondowoso.

Yang kedua, penguatan kopi harus merata. Dalam festival kopi, yang bisa pameran, hanya itu-itu saja. Tidak usah disebutkan, itu yang dekat dengan kekuatan kelompok, yang juara ya itu-itu saja. Jadi masyarakat lapisan bawah juga merasakan nikmat festival ini,” paparnya.

Berita Menarik Lainnya:  Diskoperindag Gelar Seminar dan Pembinaan Terhadap Pengusaha Tape

Di Sukosari itu, lanjut dia, ada 10.000 hektare. Masak hanya orang-orang itu saja. Kalau begini sudah masuk dataran politis, bukan taktis.

Komponen ketiga adalah kemauan pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat. “Mendorong mereka, baik dalam bentuk kelompok, festival. Maka tiga komponen ini harus ada,” ujarnya.

Pihaknya berkomitmen pada FKN tahun 2020, Pemkab Bondowoso akan melibatkan semua lapisan masyarakat dan petani tanpa tebang pilih. “Biar semuanya berperan, karena banyak yang potensi,” ucap Syaifullah, Sekda Bondowoso. (Ard/Red)

banner 600x310

Pos terkait