PT Djasa Ubersakti Tbk Membukukan Kinerja Keuangan Positif Tahun 2021

Gedung penyimpanan benda sitaan dan barang bukti rampasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) do Jakarta, salah satu proyek yang dikerjakan PTDU tahun 2021 (foto: dok. PTDU)
Gedung penyimpanan benda sitaan dan barang bukti rampasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) do Jakarta, salah satu proyek yang dikerjakan PTDU tahun 2021 (foto: dok. PTDU)
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp. 244,24 miliar di tahun 2021, meningkat sebesar 401,42% dibandingkan tahun 2020.

Emiten yang mulai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 8 Desember 2020 itu juga membukukan laba sebesar Rp. 3,01 miliar meningkat 1.49% dibandingkan tahun 2020. Hal ini diketahui dari publikasi yang tayang di website PT Djasa Ubersakti Tbk, Jumat (01/04/2022).

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Komisaris Utama PTDU, Ir. Wahyu P. Kuswanda, melalui telepon menyatakan gembira dengan kinerja yang telah dicapai perusahaan yang pada tahun 2021 genap berusia 50 tahun itu.

Berita Menarik Lainnya:  Harga Minyak Goreng Selangit, Penjual Gorengan Menjerit

“Kami menyambut gembira dengan capaian kinerja keuangan PTDU tahun 2021. Mengingat bahwa akibat pandemi Covid-19, pada triwulan pertama sampai ketiga tahun 2021 kinerja keuangan PTDU negatif. Namun pada triwulan keempat berhasil membukukan kinerja keuangan positif,” kata Wahyu, Jumat (01/04/2022).

Keberhasilan itu tidak lepas dari upaya Direksi yang senantiasa didorong oleh Dewan Komisaris untuk terus berinovasi mengoptimalkan seluruh sumberdayanya agar PTDU tetap menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Sepanjang tahun 2021, Dewan Komisaris senantiasa mendorong Direksi agar menjawab tantangan dampak pandemi Covid-19 sehingga PTDU tetap menuju pertumbuhan yang berkelanjutan,” tambah Wahyu yang menjabat Komisaris Utama PTDU sejak tahun 2020 itu.

Dari website PTDU diketahui bahwa aset lancar PTDU pada tahun 2021 meningkat sebesar 73,87% menjadi Rp 275,95 miliar dari tahun 2020 sebesar Rp 158,71 miliar. Aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 2,95% dari Rp 72,60 miliar menjadi Rp 70,46 miliar di 2021. Dan total aset naik 49,76% dari sebelumnya Rp. 231,31 miliar di tahun 2020 menjadi Rp. 346,41 miliar di tahun 2021.

Berita Menarik Lainnya:  Sikap Indonesia di Tengah Desakan Negara Barat Agar Depak Rusia dari G20

Juga diketahui bahwa pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 63,87% dari Rp. 138,92 miliar di tahun 2020 menjadi Rp. 227,65 miliar. Liabilitas jangka panjang meningkat sebesar 823,50% dari Rp 2,50 miliar menjadi Rp 23,12 miliar di tahun 2021. Dan secara total, liabilitas Perseroan meningkat 77,31% dari Rp 141,43 miliar di tahun 2020 menjadi Rp 250,77 miliar di tahun 2021.

Ketika ditanya tentang rencana usaha tahun 2022, Wahyu menjelaskan bahwa PTDU mempunyai keyakinan kinerja tahun 2022 akan lebih baik seiring dengan mulai menurunnya pandemi Covid-19 serta mulai pulihnya kondisi perekonomian nasional.

Berita Menarik Lainnya:  Gus Yahya Bongkar Alasan Ajak Khofifah dan Alissa jadi Ketua PBNU

“Pada tahun 2022 PTDU menargetkan akan mengikuti tender pekerjaan dengan nilai tender +/- Rp 5,5 triliun. Dari tender yang akan diikuti tahun 2022 itu, PTDU menargetkan peningkatan angka penjualan dan pendapatan usaha di tahun 2022. Apalagi ada kontribusi pendapatan dari kontrak proyek yang masih berjalan sebesar Rp 136 miliar dan penjualan properti,” kata Wahyu.

Wahyu di akhir penjelasannya mengatakan bahwa salah satu kontribusi penopang kinerja PTDU pada tahun 2022 diharapkan berasal dari kontribusi entitas anak usaha PTDU yang bergerak dibidang properti.

“Saat ini entitas anak usaha PTDU tengah mengembangkan 2 proyek perumahan yang berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” kata Wahyu menutup penjelasannya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280