Pandemi Covid Tak Pengaruhi Petani Jamur Janggel

Silahkan Share ke :

Bondowoso, Beritabangsa.com – Pandemi corona virus disaese 19 yang sedang melanda negeri ini tidak mempengaruhi kondisi ekonomi para petani jamur janggel. Salah satunya Andika Prayitno, pemuda asal Desa Maskuning Kulon Kecamatan Pujer Bondowoso yang berprofesi petani jamur janggel.

Andika mengatakan, pada saat bisnis lain mengalami penurunan pesanan bahkan cenderung gulung tikar akibat resesi ekonomi justru bisnis jamur janggel yang dia geluti justru banjir orderan meskipun banyak saingan.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Guna Sadar Bayar Pajak, Unsuri Kerjasama Gelar Sosialisasi dengan DJP Jatim II
banner 1920x1080

Dampak pandemi Covid-19 ini tidak ada pengaruhnya pada usaha saya. Justru permintaan jamur jenggel meningkat,” tutur Andika yang merupakan mantan aktivis PMII Bondowoso itu.

Budidaya jamur janggel didirikannya kata Andika, itu atas inisiatif sendiri. Ia melihat peluang usaha budidaya jamur jenggel yang ternyata sangat menjanjikan di Pasar Sentral Bondowoso maupun pasar luar daerah.

Berita Menarik Lainnya:  Pemkab Bondowoso Gelar Finalisasi LKPJ di Malang 

Saya lihat peluang penjualannya, karena harga jual jamur cenderung stabil. Saat ini sekitar Rp 20.000 – Rp 35.000 per kilogram. Setiap hari saya menjual minimal 25 kg jamur janggel, ya sebulan bisa mencapai Rp.7,5 juta laba bersihnya,” jelas Andika yang merupakan pelopor Pengusaha Muda Jamur janggel di Kabupaten Bondowoso.

Berita Menarik Lainnya:  Lancar Dapat Cuan dari Blog dengan Simple WordPress Niagahoster

Dalam budidaya jamur jenggel ini lanjut Andika, untuk memperdayakan para pemuda desa yang penganguran. Terlebih dampak dari pandemi, sulit untuk mencari pekerjaan. Bermula dari itu ide-ide kreatif muncul untuk berbudidaya jamur janggel.

Saya bekerja bersama dengan enam pemuda, semua berasal dari Desa Maskuning Kulon,” pungkasnya.

Reporter : Andi

banner 600x310

Pos terkait