Media Outdoor Advertisement di Jatim Adaptasi Fitur Digital

Emil Elestianto Dardak saat bicara di Konperda XIII P3I. Dia mengajak iklan media outdoor advertisement beradaptasi dengan era digitalisasi | Foto: Humas Pemprov Jatim
Emil Elestianto Dardak saat bicara di Konperda XIII P3I. Dia mengajak iklan media outdoor advertisement beradaptasi dengan era digitalisasi | Foto: Humas Pemprov Jatim
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-SURABAYA – Media outdoor advertisement di Jawa Timur, sudah saatnya mengadaptasi format kreatif fitur digital, mengikuti zaman digitalisasi. Hal ini juga dampak Pandemi Covid-19 sehingga terjadi pergeseran selera di masyarakat akan media promosi.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak untuk memanfaatkan berbagai format kreatif era digital di masa next normal.

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

“Media tidak bisa lepas dari kita dan media menjadi semakin penting. Kebutuhan semakin meningkat. Kita juga harus melihat Apa yang disebut dengan Next Normal, pola hidup masyarakat banyak berubah setelah melalui kurang lebih 2 tahun masa pandemi. Preferensi mereka terhadap iklan pun berubah,” ungkap Emil dalam Konperensi Daerah (Konperda) XIII Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) di Graha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (18/12/2021) lalu.

Berita Menarik Lainnya:  BPS Pusat : Ekspor Jatim Terbesar Ketiga Nasional

Media periklanan tidak boleh out of date atau ketinggalan zaman. Pasalnya, periklanan adalah sarana yang dapat memberikan nilai tambah untuk produk di pasaran.

“Pemasaran bukan cuma meyakinkan, tapi juga memberi nilai tambah. Perkembangan digital marketing sangat penting,” katanya.

Satu hal adalah integrasi media digital dengan iklan luar ruang melalui berbagai channel harus disoroti. Salah satunya terkait penggunaan videotron atau augmented reality.

Dua hal itu dipandang sebagai bentuk interaktif yang dapat dilihat oleh orang yang berlalu-lalang, juga lebih menarik bagi masyarakat Next Normal yang selama pandemi ini terekspos konten digital.

Berita Menarik Lainnya:  Wagub Jatim Sampaikan Orasi Kemahasiswaan Kepada Mahasiswa UMAHA

“Sudah mulai hybrid. Orang-orang yang biasa hidup dalam ruang kini mulai bisa berjalan-jalan. Media iklan outdoor mulai dipandang lagi. Sekarang tantangannya bagaimana merubah standar papan Billboard itu. Sekarang banyak pola-pola yang lebih menarik termasuk videotron atau mengintegrasikan Augmented Reality,” papar Emil.

Wagub yang juga lulusan master ekonomi ini berharap, integrasi dengan artificial intelligence dapat membantu pihak pengiklan untuk memantau luas jangkauan iklan yang dipasang.

“Salah satu manfaat utilisasi teknologi digital adalah mereka bisa mengukur karena impactnya measurable, bisa diukur dengan klik, dan dari itu kita bisa mengambil langkah yang sesuai,” tandasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Bantu Tingkatkan Ekonomi, KKN Mahasiswa UTM Gelar Pelatihan Produk Unggul Desa

Dengan itu, Emil menyampaikan, iklan luar ruang akan sampai tepat sasaran dan potensi terjualnya barang dan jasa meningkat pula.

“Antusiasme untuk outdoor media masih ada. Minat masyarakat untuk jalan-jalan ke ruang publik makin terbuka. Pergeseran mobilitas ini yang mengubah selera terhadap media outdoor. Kita harus benar-benar memperhatikan di mana kita bisa memasang iklan yang sesuai,” katanya

Di akhir Emil optimis bahwa melalui P3K, periklanan di Jatim akan berkembang ke arah digitalisasi dan berkontribusi dalam pemulihan ekonomi.

Digitalisasi sudah semakin mengakar, mempengaruhi pola beli dan mobilitas masyarakat.

Melalui P3K dengan mayoritas anggota sebagai advertising luar ruang, perubahan harus diantisipasi dan Pemprov Jatim akan senantiasa mendukung dan menstabilkan.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280