Masyarakat Bondowoso Keluhkan Kelangkaan LPG

Beritabangsa.com, Bondowoso – Beberapa masyarakat di Bondowoso mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg. Seperti yang dialami oleh bu Hamid warga Desa Gadingsari Kecamatan Binakal, ia mengaku sering kebingungan untuk membeli gas bersubsidi tersebut.

“Sudah berapa hari ini kesulitan untuk membelinya,” ungkapnya, Jumat (27/11/2020).

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

Sementara itu, Novil, salah satu warga Desa Jetis Curahdami juga pemilik toko mengakui, untuk saat ini penjualan gas 3 kg terbatas. Jika dulu, pembelian berapapun tabung gas dari agen akan dilayani, namun sekarang tidak.

Berita Menarik Lainnya:  Beban Ganda Bapak Nadiem

“Dulu saya pernah kulakan 300 tabung bisa. Berapapun dilayani. Sekarang hanya separuhnya,” katanya.

Bukan hanya itu, Winda salah seorang warga Grujugan Kidul pun mengaku harus mencari gas LPG ke kota, karena di toko-toko persediaan gas sudah kosong sejak beberapa hari ini.

“Di kota pun, juga sulit dapatnya. Kalaupun ada, harganya lebih mahal,” akunya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kabag Perekonomian Pemkab Bondowoso, Aris Wasiyanto, membenarkan kelangkaan tersebut. Penyebabnya, banyak masyarakat mampu membeli gas bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin tersebut.

Berita Menarik Lainnya:  Modal Bujuk Rayu ABG Setubuhi Anak Bawah Umur

“Masyarakat sendiri yang menggunakan elpiji itu kan banyak yang mampu. Ada juga penggunaan yang lainnya seperti di peternakan,” jelasnya.

Mestinya, jika gas elpiji digunakan bagi masyarakat miskin (peruntukkan sebenarnya), maka persediaannya sebenarnya cukup. Sayangnya, bagi masyarakat mampu yang juga turut membelinya, tidak ada sanksi bagi mereka.

Untuk itu, pihaknya langsung merespon kondisi tersebut dengan mengirimkan surat tambahan fakultatif elpiji 3 kg kepada Pertamina. Agar, ketersedian gas dapat kembali memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berita Menarik Lainnya:  Siapkan Milenial untuk Jadi Pembawa acara pernikahan bersama ARTV SCHOOL Surabaya

Mengenai perbedaan harga, Aris menjelaskan bahwa pangkalan beli ke agen dengan Harga Eceran Tertinggi adalah Rp. 14 ribu. Kemudian mereka menjualnya dengan harga Rp.16 ribu. Jadi, pengecer menjualnya dengan harga yang bervariasi.

“Kalau pengecer tidak ada ketentuan harga,” tutupnya.

Agar penjualan tepat sasaran, pihaknya telah menyebarkan surat imbauan kepada para ASN dan TNI-Polri agar tidak menggunakan gas bersubsidi. Sehingga, persediaan barang di pasaran tetap tercukupi.

Reporter : Muslim

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *