Mahalnya Pisang di Kota Pisang Lumajang

Pedagang Buah Pisang sepi dari pelanggan
Pedagang Buah Pisang sepi dari pelanggan
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG – Kabupaten Lumajang masuk wilayah Provinsi Jawa Timur berjuluk ‘Kota Pisang’. Namun anehnya, buah pisang di sini malah mahal sekali. Bisa mencapai ratusan ribu per tandan untuk jenis kepok dan agung.

Padahal, sejarahnya Lumajang sebagai penghasil aneka buah pisang enak, dan jadi andalan dari Kabupaten Lumajang yakni jenis Pisang Agung.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Cerita Penumpang KAI di Stasiun Jombang, yang Masih Wajib PCR/Antigen Covid-19
banner 1024x1366

“Saya tadi beli di pasar buah pisang agung seharga Rp150 ribu untuk 2 tandan. Lah mungkin kalau orang asing yang beli pasti kaget, masak ada harga pisang hingga ratusan ribu rupiah,” ujar Wati, seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Tompo Kersan, Lumajang, Minggu (6/2/2022).

Biasanya pisang ini sangat cocok untuk oleh-oleh dan dibawa ke luar kota, sebab jenis pisang ini sangat tahan lama hingga berbulan-bulan.

Berita Menarik Lainnya:  Disperpusip Asahan Gelar Bimtek Petugas Pengelola Arsip

“Selain tahan lama, pisang agung ini rasanya sangat enak dan bisa diolah menjadi apa saja, manisnya itu keluar sewaktu diolah,” tambahnya.

Kata Wati, kebanyakan pisang agung ini ditanam oleh petani di daerah perkebunan di Kecamatan Senduro. Namun, masih banyak daerah lain yang menanam pisang ini, seperti di Pasrujambe dan Candipuro.

“Pisang agung ini juga bisa dibeli di sepanjang Jalan Raya Klakah sampai Ranoyoso menuju kota Probolinggo,” imbuhnya lagi.

Salah satu petani pisang dari Kecamatan Senduro, Sugiyono, kepada wartawan mengatakan kalau mahalnya harga Pisang Agung itu disebabkan proses penjualannya terlalu lama atau memang harga dari tengkulak sudah tinggi.

Berita Menarik Lainnya:  Puluhan Orang Korban PT Sipoa Adukan Nasib ke DPRD Sidoarjo

“Kalau di tingkat petani sekitar Rp 40 ribuan, dan itu sudah dioper oleh tengkulak,” jelasnya kepada wartawan.

Sementara itu, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang, Iskhak Subagio, menyampaikan mahalnya harga Pisang Agung akibat stok barang tidak ada.

“Murni dari produksi dan jenis tanaman pisangnya berkurang. Maka hukum ekonomi di sini,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280