LAZISNU Jatim Gandeng Bonek Bagikan Sembako di Area Stadion

Surabaya, Beritabangsa.com – Dampak Pandemi Covid-19, Pedagang kaos dan atribut sepak bola di area stadion Sepuluh November dan Gelora Bung Tomo belum bisa berjualan. Tapi ada beberapa yang sudah berjualan namun dagangannya tidak laku.

Hari ini NU Care LAZISNU Jawa Timur (Jatim) menggandeng Bonek Surabaya membagikan sembako kepada para pedagang kaos dan atribut Persebaya Surabaya,” kata A Afif Amrullah, Ketua NU Care LAZISNU Jatim sebelum melepas pemberangkatan teman-teman bonek. Sabtu (27/06).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  NU Care Lazisnu Tambaksari Santuni Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa
banner 1920x1080

Afif mengatakan bantuan sembako ini untuk meringankan beban pedagang dalam masa pandemi, meskipun sudah masuk tatanan normal baru.

Kami akan terus menyalurkan bantuan dari para donatur untuk masyarakat terdampak. Kami terus menyisir masyarakat yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah. Sudah 50 paket sembako yang kami bagikan,” terang Dosen Universitas Sunan Giri Surabaya ini.

Sementara Iqbal Gilang Perkasa Koordinator Bonek Persebaya Surabaya Selatan menyambut baik kegiatan sosial seperti ini. Semua anggota bonek juga harus bergerak saling bahu membahu di tengah pandemi.

Berita Menarik Lainnya:  Lazisnu Jatim Bantu Tuna Netra Menjadi Muzakki

Kami berterima kasih telah diikut sertakan dalam Gerakan sosial seperti ini,” kata Risal.

Selain itu, Iqbal mengapresiasi Gerakan NU Care LAZISNU Jatim yang terus bergerak membantu masyarakat di saat susah seperti ini.

Meski pemerintah telah menerapkan new normal akan tetapi masyarakat yang sumber kehidupannya dari jualan atribut sepak bola ini sepi pembeli dan ada juga yang belum bisa berjualan,” terangnya.

Tidak hanya pedagang yang biasanya standby di area stadion yang diberikan sembako, tapi tukang becakyang biasa mangkal di sekitar stadion Idi berterima kasih atas bantuan sembakonya.

Berita Menarik Lainnya:  UMKM Jatim Naik Kelas, Sumbang PDRB 57,8 Persen Bagi Jatim

Terima kasih bantuannya, kami masih ada yang memperhatikan, kami ini rakyat kecil yang sehari-harinya hanya mengayuh becak dan sehari kadang hanya dapat 20 ribu,” curhat Idi setelah diberi sembako.

Selain itu, Musrifah salah satu pedagang mengatakan nekat berdagang meski dagangannya tidak laku.

Ya, Meski tidak ada pertandingan bola saya tetap jualan, meskipun lakunya hanya satu bahkan sering tidak lakunya,” kata Bu Musrifah.

Reporter : Ais

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *