Pentol PPKM Level 4 di Jombang Pedasnya Nampol

Azka dengan gerobak pentol miliknya
Keterangan foto : Azka dengan gerobak pentol miliknya
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Jombang – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 tak membuat M Aulawi Azka Zahidi (26) pengusaha kuliner di Jombang ini menyerah.

Justru, kondisi serba terbatas itu ia mampu berkreasi dan menciptakan inovasi agar tetap survive dengan mengubah nama usaha pentol miliknya dari nama pentol ‘Mas Bejo’, menjadi pentol PPKM dengan kepanjangan berbeda yakni ‘Pentol Kuah Pedas Korona Minggat’ alias PPKM.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

“Kita tahu, PPKM sedikit menghambat omset penjualan seperti usaha yang saya geluti ini. Namun, karena kita sebagai rakyat kecil yang juga mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi inovasi dan kreativitas harus terus dijalankan agar usaha kita tidak gulung tikar di masa PPKM ini,” ucapnya, Senin (9/8/2021).

Berita Menarik Lainnya:  'Lali Jeneng', Angkringan di Probolinggo yang Bikin Pelanggan Tak Takut Kehujanan

Usaha Azka, ini Pentol PPKM terletak di Jalan Mayjen Sungkono 115 Tunggorono, Kabupaten Jombang. Produk makanan pentol ini rasanya juga berbeda dan luar biasa bahkan membuat ketagihan karena pedasnya nampol dan gurih.

Pentol pedas isi cabai ini, ketika masuk di mulut membuat lidah tak mau berhenti bergoyang.

Kuahnya dengan bumbu pedas cabai dan rempah murni ini menambah rasa nikmat dan mempunyai ciri khas tersendiri dibanding pentol pada umumnya.

“Nama PPKM sendiri terinspirasi dari kebijakan pemerintah. Agar nama ini tidak menjadi sosok yang menakutkan bagi masyarakat. Menurut saya ada kebijakan apapun kita dituntut harus tatap berkarya, tidak mudah menyerah dan selalu bersyukur,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Menparekraf Akui Kopi Asal Bondowoso Terbaik

Azka mengaku, meski baru buka usaha pada 31 Juli 2021 lalu, pentol PPKM buatannya sudah punya banyak pelanggan. Buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 19.00 WIB, harga yang dibanderol pun cukup murah. Hanya perlu mengeluarkan uang Rp 5 ribu, penggemar kuliner bisa merasakan nikmatnya pentol PPKM ini.

Pentol jualan Azka ini bisa dibilang bervariasi dari segi isi. Mulai dari pangsit dan gorengan sesuai selera, ditambah taburan irisan daun bawang serta kuah yang terdapat gajihnya tentu sambal yang pedas dan bisa disesuaikan dengan selera.

“Kini, omset sehari bisa mencapai 100-500 ribu. Alhamdulillah meskipun PPKM masih banyak yang beli. Apapun hasilnya disyukuri saja,” ujarnya.

Berita Menarik Lainnya:  Gurihnya Mi Ayam Mbak Win, "Sing Tuku Marem, Sing Bakul Ayem"

Selain membuka lapak dengan gerobak miliknya, Azka juga memasarkan jajanannya dengan menawarkan dagangannya lewat sosial media (sosmed) untuk menarik para pelanggannya. Ia juga menerapkan sistem delivery order.

“Lewat sosmed, kalau mau beli secara online kita juga melayani dan siap antar untuk area Jombang kota,” ungkapnya.

Baginya, era digital ini pemasaran lebih mudah dan bisa memperkenalkan produknya di mana saja dan kapan saja tanpa harus buat brosur dan sebagainya. Pemuda lulusan IAIN Kediri ini, berharap PPKM tidak lagi diperpanjang. Sebab, PPKM sangat berpengaruh terhadap usaha kecil yang ia rintis.

“Semoga PPKM tidak diperpanjang lagi. Karena usaha kecil seperti saya ini bisa gulung tikar dan temen-teman yang lain pasti merasakannya. Dan Semoga Covid-19 segera berlalu,” pungkasnya.

banner 600x310