Gandeng BMT NU Grujugan, UKM KSEI UNEJ Ajak Masyarakat Hindari Riba

KSEI UNEJ saat foto bersama para peserta dan Ketua BMT NU Cabang Grujugan | Foto: Muslim
KSEI UNEJ saat foto bersama para peserta dan Ketua BMT NU Cabang Grujugan | Foto: Muslim
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-BONDOWOSO – Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Studi Ekonomi Islam (UKM KSEI) Universitas Negeri Jember menggandeng Baitul Mal Wattamwil Nahdlatul Ulama (BMT NU) Grujugan untuk mengajak masyarakat menghindari riba dengan sosialisasi ekonomi syariah Islam.

Sosialisasi kali ini digelar di Pondok Pesantren Nurul Huda, Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan, Selasa ( 21/12/2021).

Bacaan Lainnya
banner 1024x1366

Pesertanya merupakan warga dari Desa di Kecamatan Grujugan. Tidak hanya sosialisasi pentingnya ekonomi syariah, tapi juga memberi sembako pada 30 peserta yang hadir.

Berita Menarik Lainnya:  Ekowisata Mangrove Wonorejo Teken MoU bersama Kampus UWKS

Ketua Umum UKM KSEI Universitas Jember, Aqil Shabab, mengatakan, selain sosialisasi ekonomi syariah, pihaknya juga ingin mengajak masyarakat Bondowoso agar beralih dari ekonomi konvensional ke ekonomi syariah.

“Kita berharap masyarakat Bondowoso itu memakai ekonomi syariah, bukan ekonomi konvensional lagi yang cendrung ke arah riba,” tegasnya.

Untuk saat ini, kata Aqil, masyarakat Bondowoso masih lebih banyak memilih ekonomi konvensional, oleh sebab itu KSEI akan mengambil langkah bertahap dengan melakukan kajian tentang minat masyarakat Bondowoso tehadap ekonomi syariah.

Berita Menarik Lainnya:  Migor Satu Harga, Jangan Sampai Pedagang Nakal

“Saat ini masih kondisi pandemi, kajian kita tetap berjalan dengan kajian online (daring). Bertahap, namun akan dilakukan lebih sering,” katanya.

Menurut Aqil, ke depan pihaknya akan mengadakan acara serupa dengan skala yang lebih besar, tentu saja dengan dukungan para stakeholder terkait.

“Ini yang kedua, sasarannya masyarakat di Kecamatan Grujugan. Tahun lalu, kita hanya sosialisasi di Desa Grujugan Kidul saja. Semoga ke depan bisa mengadakan acara seperti ini lebih besar dengan peserta lebih banyak,” harapnya.

Sementara itu, Aditya Frasman Hariyanto, S.H, Kepala Cabang BMT NU Grujugan, mengakui bahwa saat ini minat masyarakat di Bondowoso terhadap ekonomi syariah masih sangat rendah.

Berita Menarik Lainnya:  Kapolres Probolinggo Ajak Masyarakat Teladani Habib Husen Bin Hadi Al-Hamid

“Peminat ekonomi syariah masih sangat rendah, karana kita dipergerakan ekonomi syariah ini masih sangat minim. Buktinya hanya ada dua Bank yang berbasis syariah yaitu BMT NU dan BMT Sidogiri,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Mas Aditya itu menginginkan masyarakat beralih pada ekonomi syariah agar tidak terjerat dengan transaksi riba.

“Tadi kita jelaskan pada yang hadir di sini, agar tidak jerat ke riba. Harapannya saat mereka pulang nanti, juga bisa menjelaskan pada sanak famili, keluarga, maupun tetangganya,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280