DPMD Jatim Gandeng 100 Perempuan NU, Gelar Sinando Perkuat Ekonomi Desa

Perempuan Fatayat NU saat pelatihan perkuat ekonomi desa, di Graha NU
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM – BONDOWOSO- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPD) Provinsi Jawa Timur menggandeng 100 anggota PC Fatayat NU Bondowoso mengikuti pelatihan Sinau Nang Ndeso (Sinando).

Pelatihan untuk memperkuat perekonomian di desa ini berlangsung tiga hari di tiga tempat berbeda. Yakni, di Desa Wringin-Kecamatan Wringin, Kecamatan Tamanan, dan Graha NU setempat.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Upaya Bupati Blitar Menekan Laju Inflasi Daerahnya

Kepala DPMD Provinsi Jawa Timur, Soekaryo, menjelaskan, semua peserta diajari cara mengolah aneka kue dengan bahan potensi wilayahnya.

Di antaranya yakni, pembuatan kue bolen pisang, puding buah, roti boy, es krim tape, strudle, dan muffin.

“Narasumbernya semua dari harapannya itu pemberdayaan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya, Kamis (15/9/2022).

Menurutnya, program ini untuk mengantisipasi pasca dampak pandemi Covid-19. Yakni, memberdayakan masyarakat dengan melatih memproduksi barang yang punya nilai jual. Sehingga, mereka memiliki penghasilan.

“Harapannya yang nganggur tidak punya usaha, menjadi punya usaha,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Top Manajemen hingga Staff PT Jasa Raharja Dibekali GRC

Selain itu, pelatihan ini diharapkan bisa membuat ekonomi di desa menjadi tumbuh. Karena, membangun negara bisa dimulai dari desa

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat dari desa, maka Bondowoso akan menjadi maju,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, DPMD Provinsi Jatim, Agus Yuda Wasono, menerangkan pelatihan tak henti di sini saja. Namun, akan ada evaluasi, monitoring 3 bulan berikutnya.

“Nanti akan kita lakukan monitoring, apakah materi yang kita latih ini akan dijadikan bentuk usaha baru lagi oleh peserta,” urainya.

Ketua PC Fatayat NU Bondowoso, Hajjah Nurdiana, mengatakan, melalui kegiatan ini pihaknya berharap bisa ditularkan.

Berita Menarik Lainnya:  13 Agen Ditemukan Tak Sesuai Pedum, BNI 46 Akui Agen Penyalur Bansos 'Abal-abal' Lebih Dari Temuan Dinsos

Sehingga, makin banyak orang yang bisa memperkuat ekonominya setelah belajar pembuatan olahan kue.

“Harapan kami bisa memberikan efek sebar lebih banyak, manfaat juga lebih banyak,” tuturnya.

Selain itu, setelah pelatihan ini pihaknya pun mendorong para anggotanya untuk bisa menciptakan lapangan pasar sendiri di dalam jamiyah ini.

“Misalkan ada kegiatan apa, tak boleh pesan dari luar, tapi harus pesan ke teman sendiri,” pungkasnya.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280