Bupati Salwa Akui Banyak Toko Modern Langgar Perda Sebelum Perda Baru Terbit

Bupati Salwa

Beritabangsa.com-Bondowoso – Bupati Salwa Arifin mengungkapkan jika semakin banyaknya toko modern di Bondowoso. Meski dalam Perda lama (Perda No 3 Tahun 2012) telah jelas dilarang didirikan di dekat pasar tradisional.

Bukan hanya itu saja, munculnya toko-toko modern baru di sejumlah tempat yang nyaris berdempetan dengan pasar tradisional dan toko modern yang satu dengan yang lain pun berdekatan jaraknya.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

“Mestinya kan sesuai dengan aturan. Tapi sejak dulu. Jaraknya harus satu kilo. Ternyata masih muncul lagi. Kok masih muncul lagi. Sekarang kok masih muncul. Dari dulu sudah terjadi tidak sesuai dengan aturan,” papar Bupati Salwa usai rapat paripurna di gedung DPRD, Rabu (17/2/2021).

Berita Menarik Lainnya:  Tinjau Ujian Kelulusan, Bupati Bondowoso: Siswa Sakit Bisa Ikut Ujian Susulan

Kendati demikian, saat ini persoalan tersebut tidak menjadi persoalan lagi. Sebab, telah terbit Perda No 5 Tahun 2020 yang merubah jarak tata letak yang semula harus 1. 000 meter menjadi 50 meter.

Bupati Salwa menjelaskan, dipangkasnya ketentuan jarak hingga 950 meter tersebut untuk menjadikan pelaku pasar tradisional mengikuti pola kerja toko modern. Kebiasaan berjualan dengan pola lama mau tidak mau harus ditinggalkan.

“Ini sebenarnya untuk meningkatkan ekonomi. Itu untuk menjadikan masyarakat awam mengikuti toko modern. Sehingga tradisional ditinggalkan,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Swedia akan Investasi Bus dan Kereta Listrik

Bupati Salwa menilai, selama ini pasar maupun toko tradisional tidak ada upaya untuk peningkatan kwalitas. Baik pola penjualan maupun produk yang dijual. Dengan adanya perubahan Perda, Bupati Salwa berharap ada upaya lebih dari pelaku usaha tradisional untuk bersaing dengan toko modern.

“Tradisi ya mereka selama ini yang dijual seadanya gak ada peningkatan. Ini sebenarnya positif. Biara ada upaya,” terangnya.

Bupati Salwa menambahkan, pemerintah tidak menghambat pelaku usaha pasar maupun toko tradisional. Melainkan justru pelaku usaha tradisional dapat berdaya.

“Iya bersaing dan juga dari pihak kami ada pengertian hasil produksinya juga kita masukkan di sana. Diberdayakan bukan dihambat. Supaya berdaya. Punya rasa saling bersaing,” pungkasnya.

Berita Menarik Lainnya:  LAZISNU Jatim Gandeng Bonek Bagikan Sembako di Area Stadion

Diberitakan sebelumnya, telah disahkan Peraturan Daerah No 5 Tahun 2020 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Toko Swalayan dan Pusat Perbelanjaan. Secara garis besar, Perda ini merubah tata letak toko toko medern dengan pusat perbelanjaan pasar tradisional yang sebelumnya diatur dalam Perda No 3 Tahun 2012.

Sebelumnya, jarak antara toko modern dengan pasar tradisional diharuskan berjarak minimal 1.000 meter. Pada Perda yang baru jarak tersebut dipangkas 950 meter atau dirubah hanya menjadi 50 meter.

>>> Klik berita lainnya di news google beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *