Wagub Emil Lihat Stok Logistik dan Asesmen Posko Baru Pengungsi

Emil menyapa korban APG Semeru di Camp Pengungsian | Foto: Humas Pemprov Jatim
Emil menyapa korban APG Semeru di Camp Pengungsian | Foto: Humas Pemprov Jatim
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Lumajang – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan stok logistik untuk pengungsi korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru terpenuhi. Selain itu, pendirian posko urgent dilakukan agar tidak ada penumpukan logistik dan pengungsi.

“Ini masuk hari keempat untuk melihat bagaimana pasokan logistik dan posko pengungsi warga terdampak sudah terpenuhi dan memadai,” ujar Wagub Emil saat meninjau Posko Pengungsian di Kantor Kecamatan Candipuro, Lumajang, Rabu (8/12).

Bacaan Lainnya

Emil meninjau beberapa posko pengungsian antara lain di Kantor Kecamatan Candipuro, di Balai Desa dan Lapangan Penanggal.

Posko pengungsi II dinilai sudah penuh. Untuk mencegah penumpukan logistik dan pengungsi, dilakukan asesment pendirian posko baru.

Berita Menarik Lainnya:  Sesosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Probolinggo

“Kantor Kecamatan Candipuro sekitar 250 pengungsi tampak penuh. Tadi ke SMPN 1 Candipuro soal kamar mandi dan ruangan termasuk di Balai Desa Penanggal jumlahnya 577 pengungsi.

“Nanti kita lihat di lapangan Penanggal. Insya Allah kalau cocok semuanya maka akan kita split,” urainya.

Dari bantuan relawan, PMI, TNI, Polri, dan Satgas pendataan pengungsi dilakukan. Tercatat di Kecamatan Candipuro ada 3.400 pengungsi.

“Semakin banyak jumlah pengungsi yang terdata menunjukkan bahwa terakses oleh aparat dan instansi, sehingga kita bisa mendata lebih akurat,” tuturnya.

Setelah pendataan, Wagub Emil, akan dibangun hunian sementara (Huntara) sebagai solusi terbaik bagi masyarakat.

“Terkait Huntara segera dilakukan peninjuan, jelas langkah seperti apa yang harus dilakukan,” tandasnya.

Kali ini Emil didampingi Kepala Bakorwil Jember V Imam Hidayat, Kepala Badan Pelaksanaan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Budi Santosa dan Pejabat Pemkab Lumajang.

Berita Menarik Lainnya:  Menteri Basuki Pimpin Pemakaman Hermanto Dardak secara Kenegaraan di TMP Kalibata

Dengar Cerita Korban

Di lokasi pengungsian , Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendapat cerita pilu saat berdialog dengan korban erupsi Semeru ini.

Suparman (60), warga Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, saat kejadian abu vulkanik terlihat dari atas langsung menghantam ke bawah.

“Rumah semua hancur,” tuturnya saat berinteraksi bersama Wagub Emil di Kantor Kecamatan Candipuro.

Hingga saat ini, Suparman mengaku masih trauma. Dia memikirkan kondisi rumahnya yang hancur tertimbun abu vulkanik.

“Saya masih bingung dan khawatir dengan kondisi rumah saya pak,” ungkapnya.

Beda dengan Niman (55). Dia, mengungsi bersama istri dan kakaknya sedang mencari anak lelakinya yang hilang dan belum ditemukan hingga saat ini.

“Anak saya berusia usia 18 tahun bekerja sebagai penambang pasir. Saya bingung dan pasrah. Apakah sudah ditemukan atau belum,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Resmikan GRIT ITS, Wagub Emil Harap Jadi Wisata Edukasi

Mendengar wadulan tersebut, Wagub Emil mencoba menenangkan Niman beserta keluarganya. Dijelaskan bahwa jenazah yang belum teridentifikasi, diletakkan di rumah sakit hingga ada pihak keluarga yang menjemput.

“Tim SAR terus bergerak dan pencarian korban terus dilakukan,” tuturnya.

Bahkan, ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mencatat dan menyimpan foto anak yang hilang tersebut.

“Pak tolong dicatat agar mudah berkomunikasi dengan beliau,” pesannya.

Di posko lain, Emil juga menyapa ibu hamil lalu mengecek layanan kesehatan, kondisi dapur umum dan fasilitas toilet.

Termasuk juga, ketika di Kantor Kecamatan Candipuro, Wagub Emil menyapa relawan yang sedang memberi materi trauma healing bagi anak APG Gunung Semeru.

“Adik-adik berdoa terus supaya selamat dan sehat ya. Harus semangat dan tidak boleh takut lagi,” seru mantan Bupati Trenggalek tersebut.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280