Wabup Bondowoso Jamin Pendidikan Bocah Yatim Piatu Hingga Perguruan Tinggi

Wabup Irwan saat bersama adek Qurrotu Aini, bocah yatim piatu di Balai Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang.
Keterangan foto : Wabup Irwan saat bersama adek Qurrotu Aini, bocah yatim piatu di Balai Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang.
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Bondowoso – Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso memberikan jaminan pendidikan untuk bocah yatim piatu, Qurrotu Aini warga RT 14 RW 6, Dusun Selat, Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang, Rabu (1/9/2021).

Wakil Bupati Bondowoso, Irwan Bahtiar Rahmat, dalam sambutannya mengatakan, setelah mendengar informasi tentang Qurrotu Aini pihaknya langsung memerintahkan dinas terkait untuk bergerak cepat.

Bacaan Lainnya
banner 1920x1080

“Negara harus hadir, Pemerintah harus ada untuk rakyat. Oleh sebab itu saya minta semua pihak terkait untuk bergerak cepat membantu adik yatim piatu Qurrotu Aini ini,” tuturnya saat dikonfirmasi.

Berita Menarik Lainnya:  Wabup Bondowoso Angkat Bicara Perihal Polemik Bosda Madin

Mengenai informasi Qurrotu Aini yatim piatu yang masih berumur 5 tahun, Wabup Irwan mengakui mendapatkan infomasi dari media sosial instagram, yang mengaku tetangga dari Qurrotu Aini.

“Waktu saya perjalanan pulang dari Suranaya, ada yang DM (direct message) saya melalui IG lima hari yang lalu. Setelah mendapat informasi itu, saya perintahkan camat Tenggarang untuk mengecek langsung turun ke lokasi hari itu juga,” tuturnya.

Setelah mengetahui kondisi di lapangan dari camat setempat, kata Wabup Irwan, ia memerintahkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mengurusi semua administrasi kependudukannya.

“Karena akta kelahiran, akta kematian orang tuanya belum ada. Saya minta kadis terkait untuk membantu mengurusnya,” jelasnya.

Wabup Irwan menambahkan, bahwa tidak semua anak yatim piatu di Bondowoso yang mendapatkan jaminan pendidikan dari Pemerintah Kabupaten.

Berita Menarik Lainnya:  Wabup Bondowoso Pastikan Wisata Boleh Buka Dengan Prokes Ketat

“Perlu di lihat terlebih kondisinya, jika masih ada saudaranya yang masuk dalam kategori mampu, ya tidak. Kalau adik Qurrotu Aini ini kan dia tinggal sama kakek neneknya. Kesehariannya hanya menjadi pengepul kayu bakar,” paparnya.

Selain itu, Politisi PDI.P tersebut meminta pada perangkat Desa setempat untuk mengawal proses pendidikan Qurrotu Aini tersebut.

“Saya minta pada perangkat Desa disini mengawasi progresnya. Siapapun pemimpin Bondowoso ke depannya, pendidikan Qurrotul aini harus dikawal,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sugiono Eksantoso, mengatakan, pihaknya akan mengawal proses pendidikan Qurrotu Aini dari paud sampai perguruan tinggi. Namun tentu harus ada dokumen yang bisa dipertanggung jawabkan.

“Ini kan jangkanya lama, harus ada dokumen yang bermaterai. Siapapun kepala sekolahnya, siapapun pemimpin Bondowoso, pendidikan adik Qurrotu Aini ini sudah terjamin,” jelasnya.

Berita Menarik Lainnya:  Pemkab Bondowoso Sambut Asesor UGG, Perbaikan Jalan Prioritas di Wisata Ijen 

Di tempat yang sama, Pj Kepala Desa Kajar, Ali Wafa menjelaskan, kondisi keseharian Qurrotu Aini bocah yatim piatu yang baru saja mengenyam pendidikan anak usia dini tersebut, sama seperti anak-anak yang lainnya.

“Kalau pagi, sekolah Paud di Al Masyitoh, pulang sekolah ya bermain. Tapi kalau ada orang baru, dia takut dan nangis. Ia tinggal bersama kakek dan neneknya yang jualan kayu bakar,” ucapnya singkat.

Hadir dalam acara penyerahan bantuan sosial dan jaminan pendidikan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sugiono Eksantoso, Kepala Dinas Sosial, Anisatul Hamidah, kadispenduk Capil, M.Tamin, Camat Tenggarang, dan beberapa pendamping PKH Kecamatan Tenggarang.

banner 600x310

Pos terkait