Wabah PMK Menyerang, Satgas akan Tutup Pasar Hewan

PMK
Suasana Rakor PMK

BERITABANGSA.COM-LUMAJANG – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak Sapi di Kabupaten Lumajang, kian mengkhawatirkan. Untuk memutus mata rantai sebaran PMK, Satgas PMK menutup sejumlah pasar hewan mulai 27 Mei 2022.

Hal ini disampaikan Kapolres Lumajang, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan kepada sejumlah media, pihaknya sebagai Ketua Satgas PMK pihaknya mengambil langkah-langkah upaya pencegahan.

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Soal Anak 8 Tahun yang Hilang Misterius di Jombang, Begini Cerita Keluarga Korban
banner 1920x1080

“Kami semalam telah melakukan rapat koordinasi terkait tindak lanjut wabah PMK di Kabupaten Lumajang, yang bertempat di Ruang Mahameru Pemerintah Kabupaten Lumajang,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (24/5/2022) via Chat WhatsApp nya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut ada Bupati, Kapolres, Dandim 0821, Kabag Ops Polres, Kasat Reskrim Polres, Pasi Ops Kodim 0821, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kepala BPBD, Kepala Diskominfo, Kepala Diskopindag, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DKPPKB, Kepala Satpol PP, Kepala DPMD, Kepala Dinas Perhubungan, Kasi Intel Kejaksaan Negeri dan Bagian Hukum Pemkab.

Berita Menarik Lainnya:  Rumah Sedekah NU Care Lazisnu Tambaksari Resmi Dibuka

“Kami menginisiasi upaya dalam mencegah penyebaran PMK di Kabupaten Lumajang yaitu dengan menutup dan sterilisasi seluruh pasar hewan di Kabupaten Lumajang,” katanya lagi.

Upaya tersebut, kata mantan Kapolresta Madiun ini, yakni dengan cara penyemprotan disinfektan pada Jumat 27 Mei 2022.

Dan ada pelarangan untuk kegiatan transaksi hewan ternak di sejumlah pasar hewan Lumajang, seperti Pasar Patok Kota Lumajang, pasar hewan Krai Kecamatan Yosowilangun, Pasar Hewan Kecamatan Pasirian, dan Pasar hewan Klakah.

Berita Menarik Lainnya:  UAS Resmi Nikah, Sang Istri Diberi Hadiah Pondok Menjadi Pengasuh

“Kami sekaligus menyosialisasikan kepada para Camat, Kepala Desa (Kades) untuk menjalankan Satgas PMK d kecamatan dan desa,” paparnya.

AKBP Dewa Putu, juga menyampaikan kalau dalam kegiatan tersebut turut mengundang para penyembelih hewan (jagal) untuk dilakukan sosialisasi di Polres Lumajang;

“Satgas akan mengupayakan isolasi dan pemisahan bagi sapi yang sudah terpapar PMK di kandang atau tempat khusus di tiap desa/kecamatan guna memudahkan pengawasan oleh Mantri Hewan yang jumlahnya terbatas,” ujarnya lagi.

>>>Ikuti Berita Lainnya di News Google Beritabangsa.com

banner 600x310

Pos terkait

[masterslider id="23"]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *