Wabah PMK Berimbas, Pedagang Daging Sapi di Jombang Merana

Tampak sejumlah pedagang daging sapi di Pasar PON Kabupaten Jombang
Tampak sejumlah pedagang daging sapi di Pasar PON Kabupaten Jombang
Silahkan Share ke :

BERITABANGSA.COM-JOMBANG – Para pedagang daging di Pasar Pon Kabupaten Jombang merana dengan kondisi pembeli sepi pasca Lebaran 1443 Hijriah. Apalagi ditambah lagi akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

Yantini (68) pedagang daging sapi di Pasar Pon Jombang, mengaku harga daging sapi menurun dibanding bulan lalu, diduga akibat wabah PMK.

Bacaan Lainnya
banner 800x800

“Iya Mas harga daging menurun, biasanya bulan sebelumnya itu perkilogramnya 120 ribu sekarang turun jadi 110 ribu. Itupun kalau pembelinya mau, apalagi sekarang ini pembeli sudah mulai sepi Mas,” ujarnya kepada Beritabangsa.com, pada Jumat (20/5/2022).

Berita Menarik Lainnya:  Cegah Omicron Meluas, Kapolri Instruksikan Vaksinasi Booster

Lanjut Yantini warga Desa Pulo Lor, kecamatan/kabupaten Jombang ini menjelaskan penurunan pembeli terjadi lantaran diketahui banyak yang was-was dengan adanya penyakit yang menyerang hewan jenis sapi. Sementara itu dikatakannya masih banyak warga yang tidak tahu untuk mengetahui kondisi daging yang sehat ataupun terserang penyakit PMK.

Ads

“Pembeli itu banyak yang ragu Mas, kadang mau beli saja itu masih bertanya-tanya. Ya mungkin karena ini ya tidak tahu daging yang sehat yang mana begitu. Jadi sulit dah pokoknya dengan adanya penyakit PMK ini,” jelasnya.

Ads

Selain pembeli, rasa was-was dengan kondisi daging itu juga dirasa oleh Yantini. Tak jarang ia mengaku seringkali menanyakan kondisi daging sapi saat melakukan kulakan. Bahkan pihaknya juga enggan untuk kulakan daging dengan jumlah yang seperti biasanya.

Berita Menarik Lainnya:  Wartawan Senior Sirikit Syah Tutup Usia

“Saya juga ikut takut kalau pas kulakan, jadi tanya-tanya dulu. Gak berani lagi kulakan banyak, biasanya itu saya kulakan daging 25 sampai 30 kilo. Tapi untuk sekarang ini saya cuma kulakan 15 kilogram daging sapi saja, soalnya juga sepi pembelinya,” katanya.

Di tempat yang sama, pedagang daging sapi lainnya Aspia mengaku mengalami hal yang senada. Kondisi pembeli di lapaknya diketahui menurun sejak Mei 2022 ini.

“Sama Mas rata-rata sepi, orang yang beli daging sapi. Biasanya banyak dari warga keturunan juga, tapi sekarang sudah tidak ada. Ya akibat dari penyakit ke sapi ini,” tutur perempuan berusia 48 ini.

Sementara itu pihaknya hanya berupaya agar pemerintah segera menangani tuntas penyakit tersebut, karena selain berdampak terhadap pedagang, juga kasian kepada para peternak sapi.

Berita Menarik Lainnya:  Peran Pemkab Jombang Tangani Kerusakan Jalan Sempat Viral

“Harapannya ya bagaimana penyakit ini segera hilang ditangani gitu Mas. Agar jualan kembali lancar dan harganya bisa normal kembali. Kasian juga ke peternak-peternak,” pungkasnya.

Pos terkait