Toko Modern Tak Berizin Tumbuh Subur di Bondowoso

Salah satu toko modern yang baru berdiri berdampingan
Keterangan foto : Salah satu toko modern yang baru berdiri berdampingan
Silahkan Share ke :

Beritabangsa.com, Bondowoso – Di Kabupaten Bondowoso semakin tumbuh subur toko modern. Namun beroperasinya sejumlah toko modern tersebut rupanya belum mengajukan proses perizinan kepada pemerintah daerah setempat.

Hal tersebut diakui oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Satu Pintu Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker) Bondowoso, Dra. Nunung Setianingsih, M.M., saat dikonfirmasi, Kamis (26/08/2021).

Bacaan Lainnya
Berita Menarik Lainnya:  Bondowoso Raih WTP 8 Kali Berturut-turut
banner 1024x1366

“Sesuai UU Cipta Kerja, memang pemerintah pusat telah mempermudah proses perizinan usaha. Aset senilai 0-500 juta dapat dilakukan tanpa syarat dan bisa secara online melalui Online Single Submission (oss.go.id),” ujarnya.

Namun faktanya, kata Nunung hingga kini para pelaku usaha toko modern yang baru berinvestasi di Bondowoso, belum berproses ijin kepada Pemkab Bondowoso melalui DPMPTSP.

“Sementara yang ada (baru-baru ini), mereka belum berproses izin kepada kami,” tegasnya.

Ia menduga, mereka mendirikan usaha di Bondowoso hanya dengan melakukan izin melalui OSS dari pemerintah pusat. Akan tetapi mereka juga harus menghormati kebijakan pemerintah daerah, tempat mereka membuka usaha.

Berita Menarik Lainnya:  Satpol PP Bondowoso Sasar Toko Swalayan Berjejaring Untuk Vaksinasi

“Apa yang menjadi kebijakan daerah harus diikuti,” terangnya.

Saat ditanya ada berapa toko modern yang belum mengantongi ijin, Nunung tidak dapat menyebut total toko modern baru yang tak berijin kepada pemerintah daerah.

“Kalau yang belum berizin, kami belum memantau. Artinya, tugas di DPMPTSP Naker menerima berkas pemohon, menvalidasi kemudian menerbitkan ijin,” ungkapnya.

Berita Menarik Lainnya:  Ketua Dewan Jeneponto Resmikan Jembatan Swadaya Marayoka

“Ketika petugas pemantauan dan lain sebagainya adalah tugas tim. Selama tidak ada pengaduan dari siapapun, tidak ada informasi, kita ya tidak tahu,” imbuhnya.

Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan membahas masalah tersebut guna mengambil kebijakan langkah selanjutnya mengantisipasi munculnya toko-toko modern lagi. Karena dalam aturan, kuota keberadaan toko modern hanya sebesar 75 unit.

“Yang terdaftar kemarin itu ada sekitar 72 unit. Dengan munculnya yang baru ini belum kita validasi lagi,” pungkasnya.

banner 600x310

Pos terkait

banner 1024x1280